Selasa, 22 Mei 2018

Piala Dunia 2018: Luis Suarez Mengusung Misi Penebusan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Chile Gonzalo Jara berduel dengan penyerang Uruguay Luis Suarez pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia di stadion Nasional, Santiago, Chile, 16 November 2016. REUTERS/Ivan Alvarado

    Pemain Chile Gonzalo Jara berduel dengan penyerang Uruguay Luis Suarez pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia di stadion Nasional, Santiago, Chile, 16 November 2016. REUTERS/Ivan Alvarado

    TEMPO.CO, JakartaLuis Suarez berhasrat membuat penebusan bersama Timnas Uruguay di Piala Dunia 2018. Ia ingin membawa pulang trofi untuk menebus aib yang dibuatnya di Piala Dunia 2014.

    “Saya ingin hadir di sana dan ingin Piala Dunia menjadi milik saya setelah apa yang terjadi pada 2014. Saya ingin membuat rakyat Uruguay bahagia,” kata Suarez.

    Di Piala Dunia 2014, yang berlangsung di Brasil, Suarez terkena masalah. Ia menggigit bahu bek timnas Italia, Giorgio Chiellini, sehingga dijatuhi sanksi tak boleh bermain dalam sembilan pertandingan internasional. Dia juga dilarang aktif di sepak bola, termasuk memasuki stadion, selama empat bulan.

    Suarez sudah kembali aktif dan berperan di babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Ia ikut membantu timnya lolos ke Rusia.

    Di putaran final nanti, Uruguay akan bersaing di Grup A dengan Mesir, Arab Saudi, dan tuan rumah Rusia. Meski dianggap berada di grup yang ringan, Suarez tak mau terlena.

    “Seperti grup-grup lain, grup kami pun sulit," kata pemain Barcelona itu. Tapi, ia juga optimistis. "Mereka punya pelatih-pelatih bagus dan tahu cara melakukan persiapan dengan sangat baik.”

    Suarez berharap timnya meraih peruntungan lebih baik pada Piala Dunia 2018 nanti. “Kami telah sering mengalami kegagalan dan harus belajar bahwa datang dengan percaya diri saja tidak cukup. Kami harus datang dengan hasrat tinggi dan percaya kepada rekan-rekan setim.”

    MARCA | FIFA


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.