Sabtu, 17 November 2018

Piala Dunia 2018: Daya Ledak Lini Depan Timnas Argentina

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Juventus Gonzalo Higuain, melakukan selebrasi bersama rekan setimnya Paulo Dybala, setelah mencetak gol ke gawang Genoa pada pertanidngan babak 16 besar Piala Italia di Stadion Turin Allians, 21 Desember 2017. (Alessandro di Marco/ANSA via AP)

    Penyerang Juventus Gonzalo Higuain, melakukan selebrasi bersama rekan setimnya Paulo Dybala, setelah mencetak gol ke gawang Genoa pada pertanidngan babak 16 besar Piala Italia di Stadion Turin Allians, 21 Desember 2017. (Alessandro di Marco/ANSA via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala, dua penyerang dari Argentina, mencetak gol yang membawa Juventus mengalahkan Tottenham Hotspur 2-1 di Stadion Wembley, London, Inggris, Kamis 8 Maret 2018.

    Juventus pasti senang dengan aksi duet penyerang itu, karena dengan skor tersebut, mereka lolos ke perempat final Liga Champions berkat unggul agregat 4-3.

    Tim nasional (Timnas) Argentina bisa lebih bergembira lagi. Para penyerang mereka semakin tajam. Ini situasi yang sangat baik buat mereka sebelum tampil pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Juni nanti.

    Lionel Messi semakin mendapat imbangan yang memadai dari rekan-rekannya di lapangan. Sebab, selain duet maut lini depan Juventus tersebut, jangan lupa ada penyerang kawakan yang masih ampuh di Manchester City, Sergio Aguero.  

    Marcelo Gallardo, mantan pemain tim nasional Argentina yang kini menjadi manajer klub River Plate, mengatakan Messi akan mampu memimpin rekan-rekannya menjuarai Piala Dunia 2018.

    “Sekarang, kami punya Messi dalam tim. Kami punya peluang untuk menang. Kami punya perasaan seperti itu. Kami merasa seperti akan mampu menjadi tim terkuat karena ada Messsi,” kata Gallardo.

    Manajer tim nasional Argentina, Jorge Sampaoli, sudah memutuskan untuk tidak memasukkan nama Paulo Dybala dalam skuad untuk laga uji coba tim Piala Dunia 2018 mereka pada akhir Maret ini.

    Tapi, jika melihat aksi Dybala membobol gawang Tottenham di Wembley, 8 Maret 2018. untuk mengantarkan kemenangan Juventus di Liga Champions, Sampaoli mungkin akan penasaran. Pasalnya, ia  telanjur mencoret nama pemain berusia 24 tahun itu dari skuadnya.

    Pekan lalu, ketika mengumumkan nama-nama pemain buat lawatan uji coba tim Argentina ke Stadion Etihad, kandang Manchester City, dan Stadion Metropolitano, kandang Atletico Madrid, pada 23 dan 27 Maret, Sampaoli beralasan tidak memanggil Dybala karena cedera.

    Dybala memang sedang tidak dalam kondisi fisik terbaik. Bahkan sebelum pertandingan kedua 16 besar Liga Champions di Wembley itu, pemain kelahiran Laguna Larga, Argentina, itu masih diragukan kesiapannya.

    Tapi, Dybala memupuskan keraguan tersebut dan menjadi penentu kemenangan 2-1 Juventus melawan Tottenham..

    Sebelum Dybala menjadi penentu kemenangan, rekan senegaranya, Higuain, yang menyelamatkan posisi Juventus yang sedang terpojok setelah seri 2-2 di Turin dan ketinggalan 0-1 pada babak pertama di Wembley.

    Beberapa menit sebelum Dybala membobol gawang Tottenham, penyerang berusia 30 tahun itu mencetak gol ketiganya melawan klub Liga Primer Inggris dari London itu dalam dua kali pertemuan.  

    Pada 23 Maret mendatang ketika Argentina menghadapi laga persahabatan melawan Italia di Stadion Etihad, Manchester, ada penyerang klub pemilik stadion itu, Manchester City, yang juga masuk skuad Sampaoli. Penyerang kawakan berusia 29 tahun, Sergio Aguero.  

    Meski tidak selalu dimainkan pelatih Pep Guardiola, tapi Aguero berperan besar membawa Manchester City memimpin klasemen Liga Primer Inggris musim ini, lolos ke perempat final Liga Champions, dan memenangi Piala Liga Inggris.

    Di lini belakang Argentina juga ada bek Manchester City, Nicolas Otamendi, yang pada Minggu 4 Maret 2018 berhasil “mematikan” bintang Chelsea, Eden Hazard.

    Argentina tidak pernah memenangi Piala Dunia lagi sejak 1986. Tapi, mereka mencapai final 2014 sebelum kalah melawan Jerman.

    Kali ini, mereka punya peluang besar mengalahkan Jerman, Brasil, dan Spanyol, untuk menjadi juara dunia lagi. Argentina mengalami perubahan pesat setelah sempat terpuruk dalam babak kualifikasi Zona Amerika Selatan. Masuknya Sampaoli dan Higuain, yang tak dipanggil dalam babak kualifikasi, ikut mengubah wajah tim berjuluk Tango ini.

    Skuad Timnas Argentina untuk uji coba 23 dan 27 Maret:

    Kiper: Sergio Romero (Manchester United), Nahuel Guzman (Tigres), Willy Caballero (Chelsea)

    Belakang: Federico Fazio (Roma), Ramiro Funes Mori (Everton), Marcos Rojo (Mancheter United), Gabriel Mercado (Sevilla), Nicolas Tagliafico (Ajax), Nicolas Otamendi (Manchester City)

    Tengah: Leandro Paredes (Zenit St Petersburg), Javier Mascherano (Hebei Fortune), Ever Banega (Sevilla), Giovani Lo Celso (Paris Saint-Germain), Manuel Lanzini (West Ham), Marcos Acuna (Sporting Lisbon), Lucas Biglia (AC Milan)

    Depan: Lionel Messi (Barcelona), Sergio Aguero (Manchester City), Angel Di Maria (Paris Saint-Germain), Gonzalo Higuain (Juventus), Diego Perotti (Roma)

    ESPN | FOOTBALL ITALIA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.