Piala Dunia 2018: Wakil Pemerintahan Inggris Tolak Pergi ke Rusia

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Inggris, Harry Kane dan Jamie Vardy. (express.co.uk)

    Pemain Timnas Inggris, Harry Kane dan Jamie Vardy. (express.co.uk)

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris mengancam akan memboikot ajang empat tahunan, Piala Dunia 2018, di Rusia pada bulan Juni mendatang. Lewat Perdana Menteri Theresa May, Inggris mengatakan tidak ada keluarga kerajaan ataupun petinggi negara mereka  yang akan berangkat ke Rusia.

    Baca: Desakan Menguat, Apakah Inggris Jadi Boikot Piala Dunia 2018?

     
    Hal ini berhubungan dengan kecelakaan yang dialami mantan agen mata-mata ganda, Sergei Skripai, dan anaknya di Salisbury, Inggris, beberapa waktu lalu. Skripai, 66 tahun, merupakan agen Rusia yang akhirnya membelot ke Inggris. Dugaan menguat adanya keterlibatan pihak Rusia dalam kecelakaan itu.
     
    "Tak akan ada kehadiran dari Kementerian ataupun anggota keluarga kerajaan di ajang Piala Dunia 2018 di Rusia. Pemerintah Rusia bersalah atas percobaan pembunuhan itu," kata May dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Sky Sports, Kamis, 15 Maret 2018. 
     
    May menegaskan kejadian ini membuat hubungan Inggris dengan Rusia tak akan lagi sama. Padahal, May mengatakan Inggris banyak berharap pada Rusia pasca Uni Soviet.
     
    Hal ini membuat Pangeran William yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) juga dipastikan tak akan berangkat ke Rusia. Tak hanya pada Ketua FA, May juga mengatakan hal ini akan menghambat pada pejabat FA lain yang harus berangkat ke Rusia. 
     
    "Saya yakin mereka akan mempertimbangkan posisi mereka. Kehadiran di sebuah perhelatan adalah masalah bagi pihak penyelenggara. Itu urusan mereka," kata May.
     
    Pihak FA sendiri mengatakan akan tetap berkomunikasi dengan pihak pemerintah Inggris  dan otoritas terkait. Mereka pun belum memutuskan langkah lanjutan atas pernyataan Theresa May.

    Baca juga: Kane Cedera, Timnas Inggris Khawatir Kehilangan Ujung Tombak


    "Prioritas kami untuk seluruh pertandingan Inggris adalah memastikan keamanan bagi suporter, pemain, dan para staf," tulis pernyataan resmi FA.
     
    Pasca kejadian itu, Inggris telah memulangkan 23 diplomat Rusia di Inggris. Mereka dituduh sebagai agen intelijen yang tak didaftarkan. Bahkan Kantor Urusan Luar Negeri Inggris telah mengeluarkan pernyataan bagi warga negara yang berada di Rusia, yaitu agar lebih berhati-hati pada sentimen anti-Inggris. Situasi ini dinilai berpotensi memunculkan peningkatan tensi politik yang tinggi. 
     
    Atas pernyataan Theresa May itu, muncul wacana agar Timnas Inggris juga ikut memboikot Piala Dunia 2018. Meski begitu, mantan ketua FA, Greg Dyke, tak yakin tim asuhan pelatih Gareth Southgate akan menarik diri dari ajang sepak bola terbesar itu. 
     
    "Saya pikir pemerintah tak akan meminta (FA untuk memboikot Piala Dunia). Walaupun mereka minta, saya pikir FA akan menolak. Karena saya pikir hal tersebut tak akan membuat banyak perubahan. Bahkan, malah bisa membuat masyarakat yang menyukai sepak bola terbelah," kata Dyke.
     
    SKY SPORTS | BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.