Selasa, 22 Mei 2018

Ingin Gelar Laga Internasional, Libya Minta FIFA Cabut Sanksi

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain timnas Tunisia, Taha Khenissi berusaha mempertahankan bola dari bayangan pemain Libya, Ahmad Benali dan Ahmed Al-Trbi dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Olympique de Rades, Rades, 11 November 2017. AFP PHOTO / FETHI BELAID

    Aksi pemain timnas Tunisia, Taha Khenissi berusaha mempertahankan bola dari bayangan pemain Libya, Ahmad Benali dan Ahmed Al-Trbi dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Olympique de Rades, Rades, 11 November 2017. AFP PHOTO / FETHI BELAID

    TEMPO.CO, Jakarta - Libya berharap kunjungan tiga hari delegasi FIFA akan mengarah pada pencabutan skors menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola internasional di negara yang dilanda perselisihan itu.

    Delegasi akan menyaksikan pertandingan divisi pertama di Tripoli pada Rabu dan telah melakukan tur fasilitas stadion karena Libya ingin membujuk badan sepak bola dunia tersebut membatalkan hukuman skorsing selama lima tahun.

    Baca: Akibat Insiden Pistol Masuk Stadion, Yunani Terancam Dihukum FIFA

    "Delegasi itu akan memeriksa situasi keamanan di Libya sehingga dapat melaporkan kembali secara positif ke FIFA dan membantu mencabut pelarangan di stadion yang sudah ada sejak 2013," kata pernyataan Federasi Sepak Bola Libya.

    Tim nasional Libya dan klub-klubnya bersaing dalam kompetisi klub Afrika dipaksa untuk menjalani pertandingan mereka di negara-negara seperti Mesir, Mali dan Tunisia sejak larangan itu diberlakukan.

    Pelarangan awal diberlakukan FIFA pada tahun 2011, selama perang saudara yang menyebabkan tersingkirnya diktator Muammar Gaddafi. Hukuman itu sempat dicabut sementara pada tahun 2013 sebelum diberlakukan kembali.


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.