Jumat, 19 Oktober 2018

Piala Dunia 2018: Paulo Dybala Merana di Bawah Bayang Messi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Juventus, Paulo Dybala, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Udinese  dalam pertandingan Liga Italia di Stadion Allianz, Turin, 11 Maret 2018. REUTERS/Massimo Pinca

    Penyerang Juventus, Paulo Dybala, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Udinese dalam pertandingan Liga Italia di Stadion Allianz, Turin, 11 Maret 2018. REUTERS/Massimo Pinca

    TEMPO.CO, Jakarta - Cemerlang di klub belum tentu terjamin masuk skuad Piala Dunia 2018. Hal itu dirasakan benar oleh Paulo Dybala, yang jadi andalan klub besar, Juventus, namun kesulitan masuk skuad utama Timnas Argentina. 

    Paulo Dybala mampu tampil menawan di Juventus. Ia mencetak 21 gol dari 29 laga di kompetisi Seri A, sehingga namanya kian dipuja para Juventini. Kemampuannya untuk mengolah si kulit bundar dinilai telah menyamai kemampuan dari legenda Juventus, Alessandro Del Piero. Nomor punggung 10, yang menjadi nomor punggung keramat bagi Del Piero pun disematkan Juve kepada pemain berusia 24 tahun tersebut.

    Meski begitu, peran kunci di klub itu tak membuat Dybala dihargai lebih oleh timnas Argentina. Di skuad berjulukan La Albiceleste tersebut, Dybala masih terpinggirkan. Bermain sebanyak 12 kali, ia belum pernah mencetak gol sekalipun.

    Tak heran bila pelatih Argentina, Jorge Sampaoli, enggan memasukkan nama Dybala ke dalam skuadnya dalam dua pertandingan persiapan Piala Dunia 2018 kontra Italia dan Spanyol yang digelar pada Maret lalu. Sampaoli lebih memilih untuk membawa gelandang serang muda Paris Saint-Germain, Giovani Lo Celso, serta pemain muda dari klub Liga Argentina, Independiente, Maximiliano Meza.

    "Sulit bagi Dybala untuk bisa masuk ke dalam strategi kami," ujar Sampaoli saat ditanyai alasannya tak memasukan nama Dybala ke skuad timnas Argentina pada Maret lalu.

    Dalam segi formasi, Juventus dan Argentina sebenarnya memainkan pola yang sama, yaitu 4-2-3-1. Dalam pola Juventus, Dybala bermain sebagai gelandang serang. Posisinya tepat berada di belakang penyerang yang juga rekan satu negaranya, Gonzalo Higuain.

    Problem terbesar bagi Dyabala adalah Lionel Messi, bintang Barcelona yang juga jadi pemain kunci Argentina. Ia memiliki posisi sama dengan Messi, sehingga saat membela Argentina harus mengalah dan berganti posisi.

    Messi mengakui,  performa buruk Dybala bersama La Albiceleste disebabkan karena bintang Juventus itu bermain di posisi yang sama dengannya. "Dia memiliki posisi yang sama dengan saya kala ia bermain untuk Juventus. Jadi dia harus pindah ke posisi kiri, dan dia tidak terbiasa untuk bermain di situ," kata pemain yang telah meraih lima gelar Ballon d'Or itu.

    Sebelumnya, Dybala juga sempat menggemparkan publik dengan komentarnya yang menyebut bahwa ia merasa kesulitan untuk bermain bersama Messi di timnas Argentina. Meski ia telah mengklarifikasi komentarnya tersebut.

    "Ada 22 pertanyaan di interview itu, dan 18 di antaranya adalah pertanyaan seputar Messi. Saya membicarakan hal yang baik tentang dia kala menjawab 17 pertanyaan itu. Saya juga menganggap Messi sebagai idola saya," ujar Dybala Desember lalu. "Itu adalah sebuah kesalahpahaman, dan itu menyakitkan bagi saya."

    Legenda sepak bola Argentina, Hernan Crespo, menyarankan agar Sampioli bisa memasukkan nama Dybala di skuad La Albicelete pada Piala Dunia 2018 mendatang. "Dia jelas siap untuk Piala Dunia. Dia pemain yang hebat, kuat, dan pemain yang sangat penting," ujar Crespo.

    Menurut Crespo, Dybala jarang dimainkan karena Sampaoli sendiri hingga kini juga masih mencari formula yang tepat untuk timnas Argentina. Mengingat, Sampaoli baru menukangi La Albiceleste sejak Mei tahun lalu.

    Tidak mudah bagi Sampioli untuk bisa menukangi tim yang dihuni oleh banyak bintang. Selain Dybala, lini depan Argentina sebenarnya dihuni oleh beragam bintang lain seperti, Sergio Aguero, Paulo Iccardi, Manuel Lanzini, Gonzalo Higuain, hingga Lionel Messi. Dybala pun masih harus berjuang dan menunggu kabar baik agar bisa jadi pilihan utama di Piala Dunia 2018 nanti.

    MARCA | OMNISPORTS | SKY SPORTS | SOCCERWAY


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.