Selasa, 22 Mei 2018

Piala Dunia 2018: Dani Alves Terancam Tak Bisa Perkuat Brasil

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bek Paris Saint-Germain Dani Alves, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ketujuh bagi timnya ke gawang Celtic pada pertandingan Liga Champions Grup B di Parc des Princes, Paris, 23 November 2017.          REUTERS/Charles Platiau

    Bek Paris Saint-Germain Dani Alves, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ketujuh bagi timnya ke gawang Celtic pada pertandingan Liga Champions Grup B di Parc des Princes, Paris, 23 November 2017. REUTERS/Charles Platiau

    TEMPO.CO, Jakarta - Dani Alves terancam absen dari Timnas Brasil pada Piala Dunia 2018. Pemain Paris Saint-Germain itu mengalami ceder lutut saat memperkuat fimnya di final Piala Prancis, Selasa lalu.

    Alves, 35 tahun, meninggalkan lapangan saat PSG menang 2-0 atas tim divisi ketiga Les Herbies. Ia didiagnosa mengalami cedera ligamen ikat anterior (ACL).

    Juru bicara Alves masih optimistis bahwa dapat mengikuti Piala Dunia yang akan dimulai pada 14 Juni. Namun, PSG mengatakan akan diperlukan waktu sampai akhir bulan sebelum mereka mengetahui seberapa serius cedera tersebut.

    "Setelah mendapat hantaman pada lutut kanannya pada pertandingan final @coupedefrance tadi malam, @DaniAlvesD2 menjalani pemeriksaan-pemeriksaan yang mengonfirmasi cedera pada ACL," kata PSG melalui Twitter.

    "Sang pemain akan dievaluasi dalam waktu tiga pekan mendatang sebelum menentukan apakah akan diperlukan operasi."

    Pelatih timnas Brasil, Tite, dijadwalkan mengumumkan skuadnya yang berisi 23 pemain untuk putaran final di Rusia pada Senin depan. Brasil akan memainkan pertandingan-pertandingan pemanasan melawan Kroasia pada 3 Juni dan Austria tujuh hari kemudian.

    Sedangkan di babak grup Piala Dunia 2018, Brasil akan bersaing dengan Swiss, Serbia, dan Kosta Rika.


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.