Piala Dunia 2018: Spanyol Antisipasi Problem Akibat Teknologi VAR

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Spanyol Alvaro Morata (kiri) merayakan gol yang dicetaknya saat bertanding melawan Liechtenstein dalam babak Kualifikasi Piala Dunia Grup G di Rheinpark stadium di Vaduz, Liechtenstein, 5 September 2017. AP Photo

    Pemain timnas Spanyol Alvaro Morata (kiri) merayakan gol yang dicetaknya saat bertanding melawan Liechtenstein dalam babak Kualifikasi Piala Dunia Grup G di Rheinpark stadium di Vaduz, Liechtenstein, 5 September 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Timnas Spanyol, Julen Lopetegui, mengimbau para pemainnya agar segera beradaptasi dengan teknologi Video asisten wasit (VAR) yang akan digunakan di Piala Dunia 2018. Menurutnya, penggunaan teknologi VAR dalam pertandingan dapat berpengaruh kepada kondisi psikologis pemain.

    "Kami harus bersiap untuk itu (VAR), karena akan terjadi masa dimana kami merasa belum terbiasa. Kami harus bersiap untuk bisa berhenti di tengah-tengah laga, kemudian memulainya lagi," ujar Lopetegui seperti dilansir Reuters, Kamis, 10 Mei 2018.

    La Liga menjadi salah satu kompetisi yang hingga kini belum menggunakan teknologi VAR. Karena itu, Lopetegui menilai, para anak asuhnya, yang sebagian besar bermain di La Liga, belum terbiasa dengan teknologi itu. Untuk itu, ia berujar, ada banyak hal yang harus dipelajari oleh timnas Spanyol dan para pemainnya tentang teknologi tersebut.

    "Kami harus memahami apa peraturannya, apa yang menjadi prioritas wasit, agar kami bisa bermain dengan sesuai," ujar Lopetegui. "Ini adalah hal baru bagi kami, karena teknologi itu tidak ada di Spanyol, dan kami harus siap untuk teknologi itu, karena akan digunakan di Piala Dunia nanti."

    Di Piala Dunia mendatang, Spanyol akan tergabung ke dalam Grup B untuk bersaing bersama Portugal, Iran, dan Maroko di babak penyisihan grup. Lopetegui mengakui ketiga nefara tersebut bukanlah lawan yang mudah bagi Tim Matador.

    "Kami akan berjumpa juara Eropa, tim terbaik di Asia, dan tim terbaik di Afrika," ujar Lopetegui. "Ini adalah grup yang sulit, tapi di setiap grup juga pasti akan terjadi persaingan yang ketat. Bagaimana pun juga, inilah Piala Dunia."

    Prestasi timnas Spanyol mengalami penurunan seusai menjuarai Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Namun setelah diasuh oleh Lopetegui sejak Juli 2016, perlahan-lahan Tim Matador mulai bangkit kembali.

    Di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa saja, Spanyol berhasil menjuarai grup dengan catatan tidak pernah terkalahkan di 18 pertandingan. Mereka juga menjadi pihak yang andil membuat Italia gagal lolos ke Piala Dunia kali ini. Pada laga uji coba pra-Piala Dunia, Maret lalu, Tim Matador berhasil menggilas timnas Argentina dengan skor telak 6-1.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.