Piala Dunia 2018: Sochi, Kota Resort Pantai yang Indah di Rusia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tusi menikmati pantai di depan Stadion Fisht, Sochi, Rusia. Stadion ini akan jadi salah satu tempat digelarnya Piala Dunia 2018. AP Photo/Martin Meissner

    Tusi menikmati pantai di depan Stadion Fisht, Sochi, Rusia. Stadion ini akan jadi salah satu tempat digelarnya Piala Dunia 2018. AP Photo/Martin Meissner

    TEMPO.CO, Jakarta - Sochi akan menjadi salah satu kota penyelenggara Piala Dunia 2018. Terletak di wilayah Krasnodar Krai yang membentang sepanjang 145 Km atau setara dengan  jarak 90 mil, Sochi menjadi kota terpanjang kedua di dunia setelah Mexico City.

    Kota ini telah lama dikenal sebagai resort pantai yang indah di Rusia dengan latar belakang pemandangan alam pegunungan Kaukasus. Ketenaran Sochi dengan destinasi wisata pantai dan alamnya semakin dikenal dunia ketika kota ini menjadi penyelenggara Olimpiade Musim Dingin 2014.

    Semenjak ditunjuk menjadi penyelenggara Olimpiade Musim Dingin 2014, Sochi terus berbenah dengan pembangunan infrastruktur. Dana yang besar sekitar 50 Triliun US$ dikeluarkan pemerintah Rusia untuk membangun berbagai fasilitas seperti hotel, sistem transportasi dan objek wisata bagi para turis yang datang. Tidak mengherankan pembangunan infrastruktur Sochi yang pesat tersebut menjadikan kota ini kembali dipercaya menjadi penyelenggara pesta sepakbola Piala Dunia 2018.

    Sochi menjadi salah satu kota yang paling populer dengan destinasi wisatanya. Objek wisata yang paling dikenal di kota ini adalah pemandangan pantai Laut Hitam yang akan memanjakan mata para suporter sepakbola dan turis pada Piala Dunia 2018, Juni mendatang. Di sepanjang pantai, khususnya distrik Adler banyak tempat penginapan, restoran, dan pusat perbelanjaan yang bisa dikunjungi para turis sambil berjemur menikmati keindahan alam.

    Stadion Fisht Olympic, Sochi, Rusia, yang akan jadi salah satu tempat digelarnya Piala Dunia 2018. AP Photo/Artur Lebedev

    Salah satu objek wisata pantai yang juga banyak dikunjungi di kota ini adalah Sochi Seaport, kawasan pelabuhan dengan berbagai bangunan arsitekturnya baik dari masa lampau hingga era modern. Bangunan bangunan terkenal di kawasan ini antara lain Chatedral of St. Michael The Archangel, Festivalny Concert Hall, Primorskaya Hotel dan Alexander Pushkin Library. Selain itu ada juga South Mall of The Seaport kerap menyelenggarakan event-event besar mulai dari perayaan Victory Day, City Day hingga siaran langsung Piala Dunia 2014 dan Piala Konfederasi 2017.

    Sochi tidak saja dikenal dengan wisata pantainya tetapi juga karena kawasan pegunungan yang indah. Bagi para petualang dan pecinta alam, kawasan wisata pegunungan Kaukasus siap menyambut para turis khusunya pendaki gunung dan pecinta olahraga ski. Selain itu juga terdapat Sochi National Park seluas 190.000 hektar dengan berbagai macam flora dan fauna di dalamnya.

    Sedangkan bagi pecinta kuliner, restoran populer yang sering dikunjungi di Sochi antara lain Rollercoaster Restaurant atau The Restaurant Baikal, yang menyajikan hidangan khas Eropa dan Rusia.

    Sochi akan menyelenggarakan 6 pertandingan Piala Dunia 2018. Pada babak penyisihan grup, Spanyol akan bertemu Portugal di Grup B, pada 15 Juni. Lalu ada Belgia yang melawan Panama di Grup G pada 18 Juni. Dua pertandingan lain adalah Jerman kontra Swedia di Grup F pada 23 Juni dan Australia lawan Peru di Grup C, 26 Juni. Pada Babak 16 besar akan dimainkan juga di kota ini pada 30 Juni disusul Perempat Final pada 7 Juli.

    Keseluruhan pertandingan tersebut akan berlangsung di Fisht Stadium yang pernah menjadi tempat berlangsungnya Olimpiade Musim Dingin 2014. Nama Fisht Stadium terinspirasi dari Mount Fisht, titik tertinggi pegunungan Kaukasus. Bentuk desain stadion karya arsitek asal Inggris ini juga menyerupai puncak pegunungan Kaukasus yang bersalju.


    APNEWS|FIFA.COM|WAYTORUSSIA|VISITRUSSIA|ZIKRIL HAKIM BADRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.