Minggu, 27 Mei 2018

Cedera di Final Liga Eropa, Payet Teracam Gagal ke Piala Dunia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Perancis, Dimitri Payet melakukan selebrasi usai menjebol gawang Islandia dalam Perempat Final Piala Eropa 2016 di Stade de France, Saint-Denis, Paris, Perancis, 3 Juli 2016. Payet berhasil menorehkan papan skor dengan skor sementara 3-0 untuk Perancis. REUTERS

    Pemain timnas Perancis, Dimitri Payet melakukan selebrasi usai menjebol gawang Islandia dalam Perempat Final Piala Eropa 2016 di Stade de France, Saint-Denis, Paris, Perancis, 3 Juli 2016. Payet berhasil menorehkan papan skor dengan skor sementara 3-0 untuk Perancis. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dimitri Payet terancam tak bisa tampil di Piala Dunia 2018. Ia mengalami cedera saat timnya, Marseille, takluk 0-3 oleh Atletico Madrid dalam final Liga Eropa di Groupama Stadium, Lyon, Kamis dinihari, 17 Mei 2018, WIB.

    Masalah cedera sebenarnya sudah menghampiri gelandang itu sejak pekan lalu. Ia absen ketika timnya bermain imbang 3-3 dalam laga lanjutan Liga Prancis di markas Guingamp pada Jumat lalu. Namun ia dinyatakan bugar untuk tampil di final Liga Eropa ini.

    Sayangnya, ia tak bisa bertahan lama di lapangan. Pada menit ke-32, ia mengalami cedera paha. Mantan pemain West Ham itu pun menangis saat harus meninggalkan lapangan dan digantikan Maxime Lopez.

    Payet merupakan sosok kunci pada laju Prancis menuju final Piala Eropa 2016. Namun ia belum tampil lagi untuk timnasnya sejak kemenangan 2-1 atas Belarusia pada 10 Oktober.

    Pemain 30 tahun itu mencuri perhatian untuk dapat kembali dipanggil pelatih Didier Deschamps dengan penampilan gemilang, di antaranya menginspirasi Marseille ke final Liga Eropa. Kini cederanya mungkin mengakhiri peluangnya untuk tampil di turnamen akbar itu. Deschamps akan mengumumkan skuadnya pada Kamis ini.


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.