Piala Dunia 2018: Rabiot Mundur dari Skuad Cadangan Prancis

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSG, Adrien Rabiot merayakan golnya bersama rekan setimnya setelah membobol gawang Chelsea pada pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stamford Bridge, London, 10 Maret 2016. Action Images via Reuters / John Sibley

    Pemain PSG, Adrien Rabiot merayakan golnya bersama rekan setimnya setelah membobol gawang Chelsea pada pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stamford Bridge, London, 10 Maret 2016. Action Images via Reuters / John Sibley

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain gelandang Paris Saint-Germain,  Adrien Rabiot, menulis surat kepada Federasi Sepak Bola Prancia dan meminta namanya dicoret dari daftar pemain pelapis untuk tim Piala Dunia 2018.

    Baca: Piala Dunia 2018: Neymar Berpacu dengan Waktu

    Rabiot tak terpilih masuk skuad 23 pemain inti tim Prancis ke Piala Dunia 2018 yang diumumkan pekan lalu.

    Tapi, pelatih Didier Deschamps masih mempertahankan pemain muda berusia 23 tahun itu dengan menempatkannya dalam daftar pemain cadangan.

    Mereka ini adalah pemain yang senantiasa siap jika sewaktu-waktu dipanggil ke tim nasional karena ada pemain inti yang cedera menjelang pertandingan.

    Rabiot, yang bermain bagus di Paris Saint-Germain musim ini, memang mengejutkan ketika tak terpilih masuk tim Prancis ke Rusia 2018. Deschamps memprioritaskan gelandang bertahan Sevilla, Steven Nzonzi, dibandingkan Rabiot.

    Deschamps menjelaskan alasannya tidak menyertakan Rabiot. “Kualitas penampilan Adrien di tim Prancis tidak sama dengan yang ditampilkannya bersama PSG musim ini.”

    Rabiot baru tampil enam kali membela Prancis. Menurut koran L'Equipe, ia memutuskan menulis kepada federasi sepak bola negaranya atas inisiatif sendiri dan kecewa tidak mendapat dukungan lebih baik dari klub setelah Deschamps mencoretnya.

    Deschamps menanggapi permintaan Rabiot  dengan mengatakan pemain itu telah membuat kesalahan besar dengan meminta dirinya dicoret dari daftar pemain cadangan. 

    Baca: Piala Dunia 2018: Toni Kroos, Nyawa Timnas Jerman

     “Kita bicara seorang pemain muda yang masuk dalam kelompok terbaik di Prancis. Kekecewaan tidak boleh membuatnya menyerah dan tak bisa mendukung tim negaranya. Ini peluang dan hak istimewa dalam karier pemain,” jelas Noel le Graet, presiden Federasi Sepak Bola Prancis.

    INDEPENDENT | METRO.CO.UK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.