Presiden FIFA: Rusia Telah 100 Persen Siap Gelar Piala Dunia 2018

Reporter

Editor

Nurdin Saleh

Jumat ini, 13 April 2018, Foto udara yang diambil dengan drone, menunjukkan Rostov Arena di Rostov-on-Don, Rusia, 13 April 2018. Stadion yang mampu menampung 45.000 penonton ini akan digunakan dalam pertandingan Piala Dunia 2018. (AP Photo)

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden badan sepak bola duna atau FIFA, Gianni Infantino, menyatakan Rusia telah 100 persen siap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Turnamen sepak bola empat tahunan itu akan dibuka pada 14 Juni 2018.

Infantino menepis berbagai kekhawatiran yang muncul termasuk soal mencuatnya isu rasisme, hak asasi manusia, dan keamanan di Rusia. Infantino yakin para suporter akan merasa nyaman saat menonton pertandingan yang ada.

Baca: Timnas Spanyol di Piala Dunia 2018: Jadwal, Taktik, Formasi

"Saya kira kita dapat mengatakan bahwa Rusia 100 persen siap dan seluruh dunia benar-benar akan melihatnya ketika kita mulai pada 14 Juni dengan pertandingan antara Rusia dan Arab Saudi di Stadion Luzhniki," kata Infantino dalam wawancara video.

Ia melanjutkan, "Semua orang akan dapat menyaksikan betapa indahnya stadion dan bagaimana penyambutan negara ini, bagaimana organisasi dan persiapannya akan berjalan. Ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa."

Baca: Piala Dunia 2018: Ini Pemain Terpendek, Terberat, Termuda, Tertua

Rusia telah mendapat pengawasan yang ketat dalam melaksanakan berbagai persiapan menggelar turnamen itu, termasuk masalah penggemar dan keamanan tim serta rasisme di pertandingan.

FIFA mendenda Rusia 30 ribu franc Swiss (US$ 30.422) bulan lalu karena nyanyian diskriminatif oleh penggemarnya setelah pelecehan rasis diarahkan kepada pemain Prancis selama pertandingan persahabatan di St Petersburg pada Maret.

Baca: Piala Dunia 2018: Messi Dibayang-bayangi Kempes dan Maradona

"Saya tidak akan mengatakan bahwa saya prihatin tentang diskriminasi, hak asasi manusia atau keamanan tetapi jelas kami menganggap ini sangat, sangat serius dan kami telah mengambil langkah yang tepat," kata Infantino.

Ia menyatakam FIFA memeriksa persiapan terakhir. "Kami memeriksa pembangunan stadion, situs, untuk memastikan kondisi pekerja dalam keadaan benar. Kemajuan nyata telah dibuat dalam hal hak asasi manusia dan cara kami menangani pertanyaan seputar hak asasi manusia," kata Infantino seraya menjanjikan "lingkungan yang aman" bagi para penggemar yang datang ke kompetisi tersebut.

Baca: Polling Reuters: Timnas Jerman Juara Lagi di Piala Dunia 2018

"Pihak berwenang Rusia menyadari situasi keamanan dalam peristiwa besar seperti itu," kata Infantino. "Mereka bekerja sangat keras untuk mempersiapkan kerjasama dengan otoritas polisi dari semua pemerintahan di dunia. untuk sepenuhnya siap mengatasi masalah potensial."

Infantino menambahkan, "Setiap penggemar yang datang ke Rusia akan disambut di lingkungan yang aman untuk merayakannya. Jika ada yang berpikir untuk datang ke Rusia untuk membuat masalah, dia lebih baik tinggal di rumah saja."

Piala Dunia 2018 ini akan diikuti 32 tim dan akan berlangsung hingga 15 Juli.






Rusia Hentikan Pasokan Gas, Jerman Dapat Ganti dari Uni Emirat Arab

15 menit lalu

Rusia Hentikan Pasokan Gas, Jerman Dapat Ganti dari Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab sepakat memasok gas alam cair dan diesel ke Jerman, setelah Rusia menghentikan pasokannya akibat konflik Ukraina


Piala Dunia 2022: Profil Timnas Senegal, Diperkuat Sadio Mane dan Edouard Mendy

1 jam lalu

Piala Dunia 2022: Profil Timnas Senegal, Diperkuat Sadio Mane dan Edouard Mendy

Piala Dunia 2022 di Qatar ini akan menjadi penampilan ketiga Timnas Senegal di turnamen tersebut.


Zelensky Kesal Israel Enggan Berikan Senjata untuk Lawan Rusia

2 jam lalu

Zelensky Kesal Israel Enggan Berikan Senjata untuk Lawan Rusia

Presiden Volodymyr Zelensky kesal karena Israel enggan memberikan sistem anti-rudal untuk membantu Ukraina melawan serangan Rusia


Editor RT.com Protes Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

3 jam lalu

Editor RT.com Protes Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

Memobilisasi militer ke Ukraina ke menuai protes, salah satunya dari editor kanal berita asal Rusia, RT.com


Sekutu Putin Keluhkan Mobilisasi Wajib Militer yang Berlebihan

4 jam lalu

Sekutu Putin Keluhkan Mobilisasi Wajib Militer yang Berlebihan

Kedua anggota parlemen Rusia yang merupakan sekutu dekat Putin, secara eksplisit mengungkapkan bahwa kemarahan publik terhadap mobilisasi meningkat


Persiapan Piala Dunia U-20 2023, Ini yang Diminta FIFA Soal Rumput di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya

9 jam lalu

Persiapan Piala Dunia U-20 2023, Ini yang Diminta FIFA Soal Rumput di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya

Perwakilan FIFA kembali melakukan pengecekan persiapan Piala Dunia U-20 2023, salah satunya dengan inspeksi ke Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.


Pelabuhan Ukraina Berhasil Ekspor 4,7 Juta Ton Gandum

14 jam lalu

Pelabuhan Ukraina Berhasil Ekspor 4,7 Juta Ton Gandum

Sebanyak 211 kapal dengan 4,7 juta ton produk pertanian telah meninggalkan Ukraina di bawah kesepakatan yang di tengahi oleh PBB dan Turki.


Mazda Pertimbangkan untuk Mengentikan Produksi di Rusia

22 jam lalu

Mazda Pertimbangkan untuk Mengentikan Produksi di Rusia

Toyota yang merupakan pesain Mazda telah menghentikan produksi mobil di Rusia karena kesulitan pasokan suku cadang.


Teheran Sesalkan Kyiv Marah Drone Iran Dipakai Rusia Serang Ukraina

1 hari lalu

Teheran Sesalkan Kyiv Marah Drone Iran Dipakai Rusia Serang Ukraina

Teheran menyesalkan keputusan Kyiv menurunkan hubungan diplomatik kedua negara gara-gara drone Iran digunakan Rusia untuk perang di Ukraina


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

1 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin