Dikritik Maradona, Sergio Ramos: Maradona Tertinggal dari Messi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diego Maradona memeluk Lionel Messi usai laga Argentina versus Jerman. REUTERS/Dylan Martinez

    Diego Maradona memeluk Lionel Messi usai laga Argentina versus Jerman. REUTERS/Dylan Martinez

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kapten Spanyol Sergio Ramos merespon kritik dari legenda Argentina Diego Maradona terhadap dirinya, dengan mengungkapkan kekagumannya terhadap Lionel Messi, sosok yang kerap menjadi musuh bebuyutannya terkait persaingan Real Madrid-Barcelona.

    Maradona, kapten Argentina saat mereka menjuarai Piala Dunia 1986, menyatakan pada pekan ini bahwa "Ramos bukan bintang super, pemain bertahan yang merupakan bintang super yang sebenarnya adalah Diego Godin," ketika membandingkan sang kapten Spanyol Ramos dengan kapten Uruguay.

    Baca juga: Lionel Messi: Kesempatan Terakhir Si Kutu Menjelma Jadi Sang Dewa

    Ramos ditanyai apakah ia akan membalas komentar Maradona setelah Spanyol menang 1-0 atas Iran pada pertandingan Grup B Piala Dunia 2018, dan ia memilih untuk memuji Messi, yang telah memimpin Barcelona meraih sejumlah kemenangan atas Real dan memiliki sederet pertarungan berdarah dengan bek Spanyol itu.

    "Saya menghormati Maradona karena ia merupakan pemain terhebat sepanjang masa, menurut saya ia adalah bintang, namun saya juga akan mengatakan kepada Anda bahwa sepak bola Argentina mengetahui Maradona tertinggal beberapa tahun cahaya dari pemain nomor satu mereka, yakni Messi," kata Ramos.

    Baca juga: Lionel Messi Gagal Eksekusi Penalti, Apa Kata Suporter Argentina?

    Messi, yang kalah pada final Piala Dunia dari Jerman sebagai kapten Argentina, gagal memasukkan penalti saat timnya bermain imbang 1-1 dengan Islandia dan berada di bawah tekanan untuk membawa timnya meraih kemenangan atas pemuncak klasemen Grup D Kroasia pada Kamis.

    ANTARA | REUTERS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.