Laporan Tempo dari Ajang Piala Dunia: Soal Mencari Arah di Moskow

Para suporter timnas Inggris menari bersama saat berpesta di jalanan Kota Nizhny Novgorod menjelang laga Piala Dunia 2018 melawan Panama di Rusia, Sabtu, 23 Juni. REUTERS/Gleb Garanich

TEMPO.CO, Jakarta -  Plakat-plakat besar berwarna biru berisi petunjuk dalam bahasa Inggris bertebaran di Kota Moskow, yang jadi salah satu kota penyelanggara Piala Dunia 2018. Nama stadion, jalan, serta tanda arahnya tertera jelas. Jika masih tak jelas juga, para relawan selalu siap memberi penjelasan.

Berbagai orang dari penjuru dunia datang ke Rusia untuk menikmati Piala Dunia tahun ini. Mereka berbicara dalam berbagai bahasa.

Banyak tamu Piala Dunia yang tak bisa berbahasa Rusia. Sebagian besar suporter Piala Dunia mengandalkan bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Namun warga lokal kerap gelagapan ketika diajak komunikasi dalam bahasa Inggris.

Alhasil, percakapan berjalan tak seimbang. “Agak susah juga enggak bisa bahasa Rusia, yang ditanyai pun bingung. Jadi, akhirnya pakai bantuan bahasa tubuh juga,” kata Dicky Christanto, seorang jurnalis media nasional dari Jakarta.

Di Rusia, hampir seluruh isi papan petunjuk jalan, pengumuman, nama tempat, dan stasiun ditulis dengan aksara cyrillic. Kalaupun ada salinannya dengan aksara Latin, ditulis sesuai dengan bunyi kata dalam bahasa Rusia ketika dilafalkan.

Untuk membantu para tamu yang tak bisa berbahasa Rusia, penyelenggara Piala Dunia sebenarnya sudah menyediakan banyak penunjuk jalan dan informasi dalam bahasa Inggris. Para pengunjung juga bisa mengambil peta-peta berbahasa Inggris yang ditaruh di pintu-pintu setiap stasiun. Stiker-stiker petunjuk dengan warna biru dan merah dalam bahasa Inggris juga bertebaran.

Di beberapa titik keramaian suporter, berdiri gerai informasi yang menyediakan layanan dalam bahasa asing. Para relawan Rusia yang bertugas di gerai itu bisa berkomunikasi dengan sejumlah bahasa asing antara lain Inggris, Prancis, dan Spanyol.

Masih ada petunjuk tentang lokasi di kota-kota penyelenggara pertandingan Piala Dunia dalam Google Map. Masalahnya adalah jika gawai tak memiliki jaringan Internet dan tak ada peta versi offline, penunjuk jalan digital ini bisa macet.

Petunjuk jalan lain yang bisa digunakan adalah peta buatan perusahaan Rusia 2GIS. Peta ini memuat seluruh jalan, nama tempat, sampai hal detail seperti nama toko dan trayek angkutan umum kota-kota di Rusia. Meski menggunakan bahasa Rusia, para penggunanya bisa memasukkan nama atau target tujuan dengan menggunakan aksara Latin.

Penggunanya bisa mengunduh aplikasi 2GIS serta peta-peta offline dari kota-kota yang dituju. “Di Rusia pakai 2GIS lebih akurat,” kata Erlan, mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di Universitas Federal Ural, Yekaterinburg.

GABRIEL WAHYU TITIYOGA (MOSKOW)






Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

43 menit lalu

Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

Joe Biden menyebut pencaplokan sebagian Ukraina oleh Vladimir Putin merupakan tanda bahwa Presiden Rusia itu sedang dalam posisi sulit.


Putin Rayakan Pencaplokan Ukraina, Zelensky Ambil Jalur Cepat Masuk NATO

3 jam lalu

Putin Rayakan Pencaplokan Ukraina, Zelensky Ambil Jalur Cepat Masuk NATO

Putin merayakan pencaplokan wilayah Ukraina dengan pesta meriah di Moskow ketika pasukannya kesulitan di medan tempur.


Dubes Uni Eropa Sebut Tantangan Iklim di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina

4 jam lalu

Dubes Uni Eropa Sebut Tantangan Iklim di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina

Duta Besar Uni Eropa Vincent Piketmenyebut tantangan perubahan iklim di tengah invasi Rusia ke Ukraina salah satunya dengan cara sederhana, seperti penghematan energi.


Uzbekistan Tak Akan Deportasi Warga Rusia yang Kabur dari Wajib Militer

16 jam lalu

Uzbekistan Tak Akan Deportasi Warga Rusia yang Kabur dari Wajib Militer

Uzbekistan menyatakan tak akan memaksa warga Rusia yang kabur ke negara itu karena menghindari wajib militer.


Atasi Harga Energi, Jerman Sahkan Paket Kebijakan Rp2,9 Ribu Triliun

17 jam lalu

Atasi Harga Energi, Jerman Sahkan Paket Kebijakan Rp2,9 Ribu Triliun

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengesahkan paket kebijakan sebesar 200 miliar euro atau sekitar Rp2,9 kuadriliun untuk melindungi industri dan rumah tangga dari dampak kenaikan harga energi.


PBB: Aneksasi Rusia terhadap Wilayah Ukraina Pantas Dikutuk

20 jam lalu

PBB: Aneksasi Rusia terhadap Wilayah Ukraina Pantas Dikutuk

Menurut Sekjen PBB Antonio Guterres, referendum dilakukan di bawah pendudukan Rusia dan di luar kerangka hukum dan konstitusional Ukraina.


Rudal Rusia Serang Konvoi Mobil Warga Sipil Ukraina, 23 Tewas

20 jam lalu

Rudal Rusia Serang Konvoi Mobil Warga Sipil Ukraina, 23 Tewas

Sedikitnya 23 orang tewas dan 28 lainnya terluka dalam serangan rudal Rusia yang menghantam konvoi kendaraan sipil di kota Zaporizhzhia, Ukraina


Putin Caplok Ukraina, Zelensky Yakin Masih Bisa Dihentikan

21 jam lalu

Putin Caplok Ukraina, Zelensky Yakin Masih Bisa Dihentikan

Zelensky mengatakan, langkah Putin menganeksasi empat wilayah Ukraina harus dihentikan.


Drone Misterius Intai Instalasi Gas dan Minyak Denmark

21 jam lalu

Drone Misterius Intai Instalasi Gas dan Minyak Denmark

Sebelum Denmark, Norwegia juga melaporkan kemunculan drone misterius di dekat instalasi migas-nya


Rusia Tuding Nord Stream Bocor Akibat Terorisme Negara

23 jam lalu

Rusia Tuding Nord Stream Bocor Akibat Terorisme Negara

Pejabat Uni Eropa mengatakan bocornya pipa Nord Stream akan mengubah sifat perang Rusia Ukraina.