Laporan Tempo dari Rusia: Siang yang Muram di Taman Mayakovsky

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awan di atas gereja diterangi matahari yang akan terbenam selama Piala Dunia 2018 di Podolsk dekat Moskow, Rusia, Selasa, 19 Juni 2018. (AP Photo/Michael Probst)

    Awan di atas gereja diterangi matahari yang akan terbenam selama Piala Dunia 2018 di Podolsk dekat Moskow, Rusia, Selasa, 19 Juni 2018. (AP Photo/Michael Probst)

    TEMPO.CO, Jakarta - Euforia warga Rusia sempat meledak saat tim nasional mereka meraih dua kemenangan besar di babak penyisihan grup Piala Dunia 2018. Rusia mengalahkan Arab Saudi 5-0 dan menaklukkan Mesir 3-1.

    Kemenangan sebesar itu di luar prediksi, mengingat Rusia adalah tim dengan peringkat terendah di antara para peserta Piala Dunia. Mereka bahkan tak pernah menang dalam tujuh pertandingan terakhir sebelum Piala Dunia dimulai.

    Kehebatan inilah yang membawa penduduk di sana berbondong-bondong datang ke berbagai lapangan tempat digelarnya acara menonton bersama. Salah satunya di Yekaterinburg.

    Wasit Malang Diedhiou mengganjar pemain timnas Uruguay, Rodrigo Bentancur, dengan kartu kuning dalam laga penyisihan Grup A Piala Dunia 2018 melawan tuan rumah Rusia di Samara Arena, Rusia, Senin, 25 Juni. REUTERS

    Mereka berdatangan ke arena Fan Fest di Taman Mayakovsky untuk menonton siaran pertandingan Rusia melawan Uruguay, yang digelar di Kota Samara, Senin lalu. Gelombang suporter bahkan sudah berdatangan tiga jam sebelum pertandingan dimulai.

    Alun-alun taman yang menjadi arena utama nonton bareng sesak oleh penonton. Saking penuhnya, Fan Fest terpaksa ditutup setengah jam menjelang pertandingan dimulai. Banyak orang yang tertahan di luar akhirnya balik kanan dan mencari tempat menonton lain.

    Panitia mengumumkan penonton yang datang lebih dari 17 ribu orang sehingga arena harus ditutup karena tak sanggup memuat lebih banyak lagi. Mereka menonton laga sambil berdiri. Yel-yel dukungan terhadap Sbornaya—julukan tim nasional Rusia—memeriahkan acara nonton bareng.

    Gol Luis Suarez ketika pertandingan baru berjalan 10 menit tak memupus semangat suporter Rusia untuk terus memberikan dukungan. Suasana berubah menjadi suram ketika Denis Cheryshev membuat gol bunuh diri. Para suporter menggerutu kesal.

    Aksi pemain timnas Rusia, Artem Dzyuba, saat berebut bola dengan pemain timnas Uruguay, Martin Caceres, dalam laga penyisihan Grup A Piala Dunia 2018 di Samara Arena, Rusia, Senin, 25 Juni. REUTERS

    Kondisi memburuk ketika Rusia harus bermain dengan 10 pemain setelah Igor Smolnikov mendapat kartu merah sembilan menit menjelang babak pertama selesai. “Dzyuba, ayolah kamu ke mana?” seru para suporter yang semakin cemas ketika di babak kedua permainan Rusia malah mandek. Wajah-wajah kecewa bertambah ketika Cavani menjebol gawang Rusia di akhir laga. 

    Kekesalan ditunjukkan Igor Smolnikov, suporter yang datang dari Kota Kamensk, sekitar dua jam berkendara dari Yekaterinburg. Dia tahu Uruguay adalah tim kuat, tapi berharap Rusia setidaknya bisa menahan imbang untuk mendapat satu poin tambahan. “Sekarang kelihatan aslinya tim ini. Saya tak tahu siapa yang bermain di dua laga sebelumnya,” katanya.

    Para suporter Rusia di kota lain pun kecewa. Mereka tak menyangka hasilnya ternyata akan sangat buruk. Marina, warga Kota Tula yang datang ke Moskow untuk menikmati Piala Dunia, tak menyangka Rusia akan kalah telak. “Mereka tak bermain seperti laga sebelumnya, dan Uruguay memang tim kuat,” katanya, seperti ditulis laman Komsomolskaya Pravda

    Meski kecewa, suporter Rusia setidaknya masih memiliki harapan karena timnya sudah lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Rusia akan bertemu Spanyol di Stadion Luzhniki, Moskow, pada 1 Juni mendatang.

    GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.