Piala Dunia 2018, Kegagalan Keempat Messi

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi penyerang Argentina, Lionel Messi, setelah pemain Prancis, Antoine Griezmann, mencetak gol dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, Rusia, 30 Juni 2018. AP

    Ekspresi penyerang Argentina, Lionel Messi, setelah pemain Prancis, Antoine Griezmann, mencetak gol dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, Rusia, 30 Juni 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Lionel Messi harus membuang mimpinya menjadi juara Piala Dunia 2018 setelah Argentina kalah dari Prancis dalam fase 16 besar. Di laga Piala Dunia keempatnya ini, Messi harus menerima kekalahan pahit lantaran Argentina kalah 3-4 dari Prancis.

    Messi pertama kali membela Argentina dalam laga Piala Dunia pada 2006. Kala itu, penyerang tim Barcelona kelahiran 24 Juni 1987 ini masih berumur 19 tahun. Sayangnya, Tim Tango hanya mampu mencapai babak perempat final.

    Leo--panggilan karib Messi--kembali membela Argentina dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Sama seperti sebelumnya, tim nasional berkostum putih-biru muda ini hanya mampu sampai ke perempat final.

    Baca juga: Seksisme dan Pelecehan Nodai Piala Dunia 2018

    Argentina harus pulang kandang tanpa membawa trofi. Hasil ini lebih buruk ketimbang pada Piala Dunia 2014. Kala itu, Argentina lolos sebagai runner up.

    Argentina terakhir kali maju sebagai juara Piala Dunia pada 1986. Empat tahun setelahnya, Argentina harus turun satu level menjadi runner up. Lima fase piala dunia berikutnya Argentina tak sukses menduduki juara satu ataupun empat.

    Baca juga: Prediksi Opta: Brasil Tetap Favorit Juara Piala Dunia 2018

    Prancis lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Argentina 4-3 di Kazan Arena, Rusia. Kylian Mbappe menjadi pahlawan bagi Les Bleus dengan dua gol yang diborongnya. Pemain muda ini juga berperan dalam terciptanya gol pertama. Prancis memimpin lebih dahulu lewat gol penalti Antoine Griezmann yang tercipta pada menit ke-13. Prancis mendapatkan penalti itu setelah Mbappe dilanggar Marcos Rojo.

    Mbappe yang mendapat bola di arena sendiri berlari kencang menuju kotak penalti Argentina. Kecepatannya membuat para pemain belakang Argentina kesulitan. Mbappe mampu melewati Rojo, pemain terakhir Tim Tango, yang akhirnya menariknya hingga jatuh. Penalti pun diberikan dan Rojo diberikan kartu kuning. Griezmann dengan sempurna menaklukkan Franco Armani.

    Baca juga: Piala Dunia 2018, Radamel Falcao Ternyata Punya Darah Inggris

    Argentina menyamakan kedudukan lewat Angel Di Maria pada menit ke-41. Pemain sayap itu menaklukkan Hugo Lloris lewat tendangan indah dari luar kotak penalti. Pada menit ke-48, Argentina berbalik unggul. Bermula dari tendangan bebas, Lionel Messi mendapat bola di kotak penalti lalu menembak ke arah gawang, yang berhasil dibelokkan Gabriel Mercado menjadi gol.

    Prancis bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-57 lewat Benjamin Pavard. Bek kanan ini menaklukkan Armani dari luar kotak penalti. Laga berlangsung kian seru. Pada menit ke-64 dan 68, Prancis mendapat tambahan dua gol dari Mbappe lewati tembakan dari dalam kotak penalti dari sisi berbeda. Argentina hanya bisa mendapat satu gol tambahan dari Sergio Aguero pada menit ke-90. Tim yang merupakan runner-up Piala Dunia 2014 ini akhirnya tersingkir.

    Baca juga: Penyebab Buruknya Performa Ozil di Piala Dunia 2018 Terungkap

    Simak kabar terbaru tentang Piala Dunia 2018 hanya di kanal Piala Dunia Tempo.co.

    NEW YORK TIMES | REUTERS | FIFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.