Piala Dunia 2018: Cheryshev, Pemain Spanyol di Timnas Rusia

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Rusia, Denis Cheryshev (tengah), menjebol gawang Arab Saudi dalam pertandingan Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, Kamis, 14 Juni 2018. Tim tuan rumah Rusia memulai kampanye Piala Dunia 2018 dengan meyakinkan.  REUTERS/Maxim Shemetov

    Pemain Rusia, Denis Cheryshev (tengah), menjebol gawang Arab Saudi dalam pertandingan Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, Kamis, 14 Juni 2018. Tim tuan rumah Rusia memulai kampanye Piala Dunia 2018 dengan meyakinkan. REUTERS/Maxim Shemetov

    TEMPO.CO, Jakarta - Denis Cheryshev adalah pemain Rusia yang terpilih untuk hadir pada konferensi pers pada satu hari sebelum partai 16 besar Piala Dunia 2018 timnya melawan Spanyol di Stadion Luzhniki, malam ini, Minggu 1 Juli.

    Baca: Jadwal Piala Dunia 2018 Ahad: Spanyol - Rusia, Kroasia - Denmark

    Cheryshev seperti “berdarah” separo Rusia dan setengah lainnya Spanyol. Pemain sayap kiri klub Villarreal di La Liga ini berbicara santun dan tersenyum masam.

    Baca: Kabar dari Moskow Sebelum Rusia Menghadapi Spanyol

    Cheryshev mencetak dua gol pada partai pembukaan melawan Arab Saudi dan mencetak gol lainnya melawan Mesir.

    Baca: Laporan Tempo dari Rusia: Tim Idaman Lain Warga Rusia

    Cheryshev tinggal di Spanyol sejak berusia lima tahun melalui keikutsertaannya di Akademi Sepak Bola Real Madrid. Ia memiliki dua kewarganegaraan, yaitu Rusia dan Spanyol.

    Ia satu dari hanya dua orang Rusia dalam skuad 23 pemain tim tuan rumah Piala Dunia 2018 itu yang bermain di luar negeri.  

    “Saya merasa setengah Rusia dan setengah Spanyol,” kata Cheryshev kepada koran El Pais.

    “Saya dilahirkan di Rusia (Nizhny Novgorod, 27 tahun lalu) dan di rumahku, kami berbicara dengan bahasa Rusia. Tapi, saya tumbuh di sini (Spanyol). Karakter saya tipe Rusia, agak dingin, tapi kebiasaan saya adalah orang Spanyol, karena saya sangat suka berbicara dengan orang-orang,” katanya.

    Cheryshev pindah ke Spanyol pada usia muda karena ayahnya, Dmitry, yang juga pemain sepak bola menandatangani kontrak dengan  Sporting Gijón pada 1996.

    Denis belajar di sekolah lokal Spanyol dan mengenal sepak bola dari pelatih-pelatih Spanyol.

    “Kecepatan, teknik, dan keterampilan mengolah bola tidak seperti rekan-rekannya dalam tim (nasional Rusia),” kata wartawan sepak bola terkemuka Rusia, Igor Rabiner.

    “Ini adalah orang yang belajar sepabola dari Akademi Real Madrid dari awal sampai akhir. Di Rusia, kita tidak melatih orang seperti itu,” Rabiner melanjutkan.

    Setelah mengalami cedera, pada Desember 2015, Cheryshev akhirnya mencetak gol buat Real Madrid ketiga mengalahkan Cadiz 3-0 pada Copa del Rey. Hal itu terjadi setelah ia dipinjamkan ke Sevilla pada 2013-2014 dan Villarreal 2014-2015.

    Ia kesulitan mendapatkan tempat utama di Real Madrid. Setelah dipinjamkan lagi ke Valencia 2016, sejak tahun lalu ia menjadi pemain tetap di Villarreal.  

    Menurut ayahnya, Dmitry Cheryshev, dalam wawancara dengan koran olahraga di Rusia, Sport Express, anaknya itu sering khawatir karena kerap mengalami cedera yang menghambat kariernya.

    Tapi, tahun ini, kerisauan Cheryshev terhadap cedera yang kerap membekapnya itu teredam dengan penampilannya di Piala Dunia 2018.

    Ketika pemain utama Alan Dzagoev mendapat cedera pada awal laga melawan Arab Saudi, Cheryshev menggantikanya dan mencetak dua gol.

    Baca: Prediksi Opta: Brasil Tetap Favorit Juara Piala Dunia 2018

    Pelatih Rusia, Stanislav Cherchesov, menurut Rabiner, terkesan dengan semangat Cheryshev saat mengikuti latihan. Malam nanti, pemain sayap Villarreal berpeluang membuka sejarah baru dengan mengalahkan Spanyol untuk menembus perempat final Piala Dunia. “Saya yakin kami bisa mengalahkan Spanyol,” kata Cheryshev, pemain sayap dengan tinggi 1,73 meter.

    GUARDIAN | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.