Prediksi Inggris Vs Kroasia: Lovren Kubur Trauma Soal Harry Kane

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bek Liverpool Dejan Lovren, menggiring bola saat latihan jelang pertandingan melawan NK Maribor pada laga Grup E Liga Champions di Maribor, 16 Oktober 2017. Action Images via Reuters/Paul Childs

    Bek Liverpool Dejan Lovren, menggiring bola saat latihan jelang pertandingan melawan NK Maribor pada laga Grup E Liga Champions di Maribor, 16 Oktober 2017. Action Images via Reuters/Paul Childs

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertandingan semifinal Piala Dunia 2018 antara Kroasia dan Inggris pada Kamis dinihari nanti akan menjadi pertemuan menarik antara Dejan Lovren dan Harry Kane. Di level klub, Lovren yang bermain di Liverpool memiliki pengalaman pahit saat membendung Harry Kane bersama Tottenham.

    Lovren, yang tampil solid untuk Kroasia di Piala Dunia, membantu Liverpool menghadapi Tottenham Oktober lalu. Ia tampil birik, digantikan pada menit ke-31, dan timnya kalah 1-4.

    Lovren dianggap bersalah untuk dua gol yang bersarang ke gawang Liverpool. Kane mencetak salah satu gol itu dan memberi assist untuk gol lainnya, lalu sebelum memastikan diri mencetak hat-trick.

    "Saya tidak tahu apa yang dapat dikatakan," kata Lovren. "Benar-benar tidak relevan untuk berbicara mengenai satu atau kekalahan lain saat melawan Tottenham."

    Lovren mengelak ketika terus didesak. "Mengapa Anda tidak menanyakan kepada saya mengenai penampilan-penampilan bagus saya bukannya malah terlalu banyak bicara?"

    Ia kini siap berhadapan dengan Kane. "Saya menghormati Harry Kane. Ia merupakan salah satu penyerang terbaik di Liga Inggris," ucapnya. "Ia akan menjadi ancaman (Inggris) yang hebat untuk kami namun ia tidak sendirian. Ini akan menjadi tugas sulit bagi kami semua."

    Lovren mengatakan Kroasia tidak akan merasakan kelelahan apapun setelah harus memainkan perpanjangan waktu pada kedua pertandingan fase grup mereka, melawan Denmark dan Kroasia.

    "Itu tidak sama jika Anda memainkan dua pertandingan (berdurasi) 90 menit, namun saya percaya kami memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan diri, dan kami cukup profesional untuk mengtetahui apa yang diperlukan terkait pemulihan," kata dia.

    Ia juga merasa kondisinya sangat bail."Saya sangat bugar dan siap dan saya dapat mengatakan hal yang sama untuk rekan-rekan setim saya. Kami tahu apa yang dipertaruhkan, dan pada momen-momen ini Anda melupakan kelelahan apapun yang mungkin Anda rasakan karena ini merupakan kesempatan sekali seumur hidup," kata Lovren.

    Pemenang Inggris versus Kroasia akan ditunggu Prancis yang sudah lolos ke final dengan menyingkirkan Belgia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.