Maradona Bangga, Nigeria Terancam Tersingkir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas Argentina Diego Maradona merayakan kemenangan dengan Gonzalo Higuain pada pertandingan Piala Dunia grup B antara Argentina dan Korea Selatan di Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan, Kamis (17/6). AP Photo/Marcio Jose Sanchez

    Pelatih Timnas Argentina Diego Maradona merayakan kemenangan dengan Gonzalo Higuain pada pertandingan Piala Dunia grup B antara Argentina dan Korea Selatan di Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan, Kamis (17/6). AP Photo/Marcio Jose Sanchez

    TEMPO Interaktif, Johannesburg - Tiga gol dari Gonzalo Higuain dari satu gol bunuh pemain Korea Selatan, Park Ghu-yuun, Kamis (17/6), mengantarkan Argentina yang pertama kali lolos ke 16 besar Piala Dunia 2010. Higuain pun menjadi pemain pertama di Afrika Selatan ini yang mencetak >hat-trick>.

    Di Soccer City, Johannesburg, skuad Diego Maradona itu mendominasi dengan menang 4-1 dalam pertandingan kedua Grup B. Kedigdayaan Park Ji-sung dan kawan-kawan saat mengalahkan Yunani 2-0 pupus. Mereka sudah ketinggalan 1-2 di babak pertama.

    Dalam pertandingan selanjutnya di grup yang sama. Yunani hampir menyingkirkan Nigeria 2-1. Setelah sempat tertinggal 0-1 dari Nigeria, Yunani akhirnya bisa menyamakan kedudukan menjelang pertandingan babak pertama usai. Gol penyama Yunani dilesakkan Dimitris Salpingidis di menit ke-44.

    Gol bagi Nigeria dicetak gelandang Kalu Uche di menit ke-16. Pemain yang merumput di Liga Spanyol bersama Almeira itu mencetak golnya melalui tendangan bebas setelah seorang pemain Yunani melakukan pelanggaran di sisi kanan daerah pertahannya sendiri.

    Vasilis Torosidis yang menyebabkan pemain Nigeria, Sani Keita, mendapat kartu merah di babak pertama menentukan kemenangan Yunani pada menit 71.

    Tendangan Bebas Messi

    Gol bunuh diri Chu-yun menit 16 membuka kemenangan Argentina. Ia tampak kaget ketika secara tak sengaja membelokkan bola dari tendangan bebas Lionel Messi di sektor kanan pertahanan Korea. Kiper Jung Sung-ryong sempat berusaha menghalau dengan kaki kanannya, tapi bola lebih cepat masuk ke dalam gawangnya.

    Higuain membawa Argentina unggul 2-0 menit 33. Gol ini juga berawal dari tendangan bebas di sayap kanan pertahanan Korea. Pemain Real Madrid itu memanfaatkannya dengan sundulan kepala.

    Korea memperkecil ketertinggalan melalui penyerang Lee Chung-yong di injury time babak pertama. Ia memanfaatkan kesalahan bek Argentina, Martin Demichelis. Bek Bayern Muenchen itu sedang menguasai bola tapi tidak melihat lawan yang ada di belakangnya. Chung-yong menyerobot bola dan memperdayai kiper Sergio Romero.

    Tentang gol balasan Korea, kapten Argentina, Javier Mascherano, mengatakan itu akibatnya riuhnya suasana sehingga mereka sangat kesulitan menjamin komunikasi. “Tentu saja Micho (Demichelis) tidak mendengar seorang pemain Korea datang dari belakangnya,” kata Mascherano. “Tapi, tim kami terus menjaga momentum permainan dalam babak kedua dan itu penting. Sejak menit pertama kami mendominasi penguasan bola melawan tim yang berbahaya,” Mascherano melanjutkan.

    Pelatih Argentina, Diego Maradona, mengatakan Korea tidak pernah mampu mengontrol mereka. “Tentu saja mereka mencetak gol tapi mereka tidak pernah bisa mendominasi. Saya punya 23 pemain terbaik dan mereka siap habis-habisan di lapangan ketika mengenakan kostum tim nasional,” kata Maradona.

    Sedangkan Pelatih Korea Selatan, Huh Jung-moo, mengatakan hasil itu di luar dugaan. “Tapi, kami masih punya peluang lolos ke 16 besar. Kami menjaga Messi tapi tidak berhasil untuk cukup dekat dengannya,” kata Huh.

    Higuain, 22 tahun, terpilih sebagai man of the match atau bintang lapangan. Pemain Argentina pertama di Piala Dunia yang mencetak treble setelah Gabriel Batistuta pada 1998 itu mengungkapkan kegembiraannya. “Saya senang bisa berbuat sesuatu untuk tim. Kami pantas menang dan akan melanjukan gaya permainan ini,” katanya.

    Tak salah jika Daniel Passarella, mantan pemain dan pelatih Argentina, memprediksi Higuain bakal menjadi bintang besar. Pasarella menyatakan hal itu ketika masih melatih Higuain di River Plate 2006. Ia sempat mengalami masa sulit dua musim di Real Madrid. Tapi, kedatangan Cristiano Ronaldo, Richardo Kaka, dan Karim Benzema kini melecut Higuain dengan mencetak 22 gol dari 24 pertandingan.

    NURDIN SALEH DARI JOHANNESBURG| ARIS MUSTAFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.