Menangisah Inggris!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Gero Breloer

    AP Photo/Gero Breloer

    TEMPO Interaktif, Bloemfontein - Menangislah Inggris! Jerman menggilas mereka 4-1 di babak 16 besar Minggu (27/6). Selebritas pemain Inggris di Liga Primer telah dipermalukan oleh anak-anak Panser. Manajer Inggris dari Italia, Fabio Capello, akan mengenang hari itu sebagai salah satu momen yang paling kejam buat dirinya.

    Legenda musik rock, Mick Jagger, dengan grup Rolling Stone yang mendunia itu tampak tertunduk lesu di kursi penonton Stadion Free State menyaksikan salah satu penampilan tim Inggris yang paling memalukan sepanjang sejarah.

    Capello terlihat lebih sangar di babak kedua. Ia lebih emosional dengan terus berbicara sendiri atau menghadap ke belakang ke arah skuadnya setiap kali menyaksikan keputusan wasit yang kontroversial.

    Jerman memang jauh lebih dii awal pertandingan dengan membobol gawang Inggris dua gol langsung. Tapi, setelah kehilangan kerapian di lini belalkang, anak-anak Three Lion bangkit dan bermain lebih lepas. Setelah bisa memperkecil ketinggalan 1-2 melalui sundulan bek tengah Matthew Upson, datanglah malapetaka dan skandal yang bakal dibahas koran-koran di Inggris tak habis-habisnya.

    ADVERTISEMENT

    Inggris seharusnya sudah bisa menyamakan kedudukan 2-2 dalam babak pertama melawan Jerman. Bola dari edangan lambung Frank Lampard yang membentur tiang atas gawang Jerman memantul ke dalam gawang. Hal itu tertlihat jelas dalam rekeman ulanng. Tapi, wasit JorgeLorrianda dari Uruguay tidak mengesahkan gol itu. Sebuah peristiwa yang bakal mengundang kontrroversi besar.

    Di babak kedua, anak-anak Capello tampil semakin bagus. Kontras dengan anak-anak asuhan Joachim Loew yang kehilangan gairah mudanya yang menggelegak pada awal permainan. Tapi, untuk kesekian kalinya, Jerman generasi baru ini tetaplah mewarisi daya tahan kakak-kakaknya.

    Ketika Inggris lagi asyik menyerang di pertengahan babak kedua itu, Jerman kembali mencuri lewat serangan balik. Thomas Mueller memanfaatkan pertahanan Inggris yang sangat longgar dengan tembakan keras di dekat kotak penalti yang membobol gawang kiper David James. Jerman memimpin 3-1 menit 67. Hanya tiga menit, Mueller kembali menegaskan betapa parahnya pertahanan Inggris yang dikoordinir oleh bintang Liga Primer, John Terry. dengan tembakan yang untuk keempat kali mengoyak jala Inggris: 4-1!

    Dosa wasit atas gol Inggris yang dianulir sudah tertutup dengan kegemilangan Panser dan buruknya soliditasTerry dan lkawan-kawan. Capello memang pelatih hebat dengan membawa AC Miilan dan Real Madrid memenangi sejumlah gelar. Tapi, ibarat panas setahun dihapuskan hujan sehari, kehebatan Capello itu pupus oleh sekali debutnya di tim nasional Inggris.

    Kekalahan memalukan itu bakal membuka kembali kontrversi kiprah pelatih keras dari Italia itu dalam awal penyisihan grup putaran final. Pertengkarannya dengan Terry, larangannya kepada para istri dan pacar pemain untuk mendampingi di Afrika Selatan -larangan itu kemudian dicaburt ketika Inggris berada di saat kritisi karena harus menang atas Slovenia.

    Jerman pada awalnya unggul 1-0. Gol diciptakan Miroslav Klose di menit 20.Klose memanfaatkan umpan langsung dari lini pertahanan Jerman. Bola lambung itu gagal diantisipasi barisan pertahanan Inggris. Bek Matt Upson yang menjaganya, kalah lari dan tidak mampu menggoyahkan bomber yang telah menyumbang 50 gol untuk Jerman itu.

    Gol ini menjadi gol kedua Klose di Piala Dunia 2010. Jika terus mencetak gol, penyerang 32 tahun ini bisa melampaui pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, yaitu 15 gol oleh Ronaldo dari Brasil. Klose sudah mencetak 12 gol sejak keikutsertaan pertamanya di Piala Dunia 2002.

    Di menit 30 Jerman nyaris unggul 2-0. Umpan pendek Thomas Mueller dari serangan balik membuatnya berhadap-hadapan dengan kiper. Beruntung kiper David James bisa menghalau bola.

    Namun dua menit kemudian, James terpaksa harus memungut bola dari gawangnya. Umpan Klose di sayap kanan membuat Mueller bebas di kotak penalti Inggris. Gelandang serang berusia 20 tahun itu mengumpan ke Lukas Podolski di sayap kiri. Tendangan Podolski dari sudut sempit berhasil merobek jala Inggris untuk kedua kalinya malam ini.

    Tim Tiga Singa langsung membalas. Kapten Steven Gerrard memberi umpan lambung yang disambut sundulan Upson di menit 37, dan merubah kedudukan jadi 2-1.

    Inggris seharusnya bisa menyamakan kedudukan satu menit kemudian. Tendangan keras k Lampard berhasil melewati garis gawang Neuer, lalu memantul keluar dan ditangkap Neuer, seperti yang terlihat di tayangan lambat. Tapi hakim garis memutuskan bola belum masuk gawang.FIFA | REZA M | ARIS MUSTAFA | GABRIEL YOGA | PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.