Jejak Maradona di Kamar Van Persie  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maradona Meksiko 1986. foto: dailymail.co.uk

    Maradona Meksiko 1986. foto: dailymail.co.uk

    TEMPO Interaktif, Cape Town -- Poster itu terpampang mentereng di kamar Robin van Persie kecil di Rotterdam, Belanda: Diego Maradona, yang berada di pundak rekan-rekannya, tersenyum lebar sambil mengangkat Piala Dunia.

    Gambar itu berasal dari Meksiko 1986, saat Maradona mengantar Argentina ke puncak Piala Dunia usai mengalahkan Jerman Barat. van Persie baru berusia tiga tahun saat itu. Namun poster itu yang jadi sumber inspirasinya. Dia menolak mengikuti jejak orang tua sebagai seniman, dan memilih langkah Si Tangan Tuhan sebagai pesepak bola.

    Pilihan yang mengantarnya ke final Piala Dunia 2010 di Johannesburg, Ahad mendatang. "Itu gambar yang mengagumkan. Kalau kami menang, saya mau difoto seperti itu," katanya, Rabu (7/7).

    Menjadi pilihan di lini depan Oranye sejak 2004, tampil di final Piala Dunia menjadi perwujudan mimpinya. "Saya sudah sering menonton tim-tim lain tampil di final, kali ini giliran saya," ujar Van Persie, 26 tahun. Pasukan meneer kembali dihadapkan pada kesempatan menyabet Piala Dunia pertama setelah 32 tahun.

    ADVERTISEMENT

    "Tekanan begitu sulit karena kami memiliki kenangan buruk di 1974 dan 1978," ujar penyerang Arsenal itu. Belanda, yang menyihir dunia dengan "Total Football" di era 1970-an, sangat difavoritkan meraih Piala Dunia saat itu. Tapi gagal dalam dua kesempatan berturut-turut, termasuk kandas oleh tuan rumah di Argentina 1978. "Kali ini, kami harus tampil lebih baik dari para bintang terdahulu," katanya.

    Oranye sekarang, Van Persie melanjutkan, memiliki modal kekuatan mental dan kebersamaan. Dia mencontohkan saat timnya kebobolan di menit-menit akhir pertandingan semi final melawan Uruguay. "Tidak ada yang panik dan saling menyalahkan, kami hanya tertunduk dan kembali bekerja sama," katanya. Kebersamaan, ujarnya, terlihat jelas saat meneer-meneer Belanda itu istirahat sambil bercanda tawa di hotel.

    Modal itu yang dijadikan Van Persie untuk mengalahkan lawan mereka di final nanti. Jika berhasil, dia bisa melampaui prestasi legenda Belanda Johan Cruyff, dan menyamai pahlawannya Maradona. 'Saya tidak tahu bakal bagaimana rasanya," kata Van Persie, tersenyum. Yang jelas, dia tinggal selangkah lagi memenuhi impiannya berfoto dengan gaya sang pahlawan: tersenyum lebar sambil mengangkat Piala Dunia.

    TELEGRAPH | REZA M

    BERITA TERPOPULER LAINNYA:

    Fans Argentina Bertekad Merebus Gurita Peramal

    Video Ariel Diunggah Dari Wi-Fi Area

    MUI Ogah Kaji Haram Tidaknya ESQ

    Xavi Terbaik Menurut Analisis Statistik

    Jejak Maradona di Kamar Van Persie

    Paul Gurita Peramal Pilih Spanyol Kalahkan Jerman

    Dewan Tolak Satpol PP Dipersenjatai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.