Deschamps: Pogba Terlalu Sering Bermain  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paul Pogba. REUTERS/Alessandro Garofalo

    Paul Pogba. REUTERS/Alessandro Garofalo

    TEMPO.CO, Paris - Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, prihatin dengan jumlah pertandingan yang dimainkan bintang muda Paul Pogba bersama Juventus. Sebagai pemain muda, kata Deschamps, Pogba terlalu sering bermain dalam pertandingan resmi Juventus.

    "Pogba telah memainkan begitu banyak pertandingan sejak Piala Dunia U-20," kata Deschamps. "Dia telah mempersiapkan pertandingan dengan cara yang berbeda dan dia terlalu banyak memainkan pertandingan."

    Pogba sejauh musim ini telah tampil sebanyak 35 pertandingan di berbagai kompetisi bersama Juventus. Apalagi, kata Deschamps, selain di Seri A Liga Italia, Juventus juga masih bermain di Liga Europa. "Juve dan Antonio Conte tidak bisa mengistirahatkan dia," ungkap Deschamps.

    Deschamps bukan tidak senang Pogba mendapat kepercayaan bermain di Juventus. Namun, Deschamps menjelaskan, untuk ukuran pemain muda seperti Pogba sangat riskan cedera jika terlalu sering bermain. "Dia masih muda dan mereka perlu berhati-hati dengannya," kata Deschamps.

    Kini Pogba kembali dipanggil Deschamps untuk memperkuat timnas Prancis untuk pertandingan persahabatan melawan Belanda, Kamis dinihari, 6 Maret 2014. Meskipun baru berusia 20 tahun, Pogba mampu bersaing dengan gelandang-gelandang senior Prancis lainnya.

    FOOTBALL ITALIA | JOKO SEDAYU

    Baca Juga:
    Liga Indonesia | Liga Inggris | Liga Spanyol | Liga Italia | Liga Champions | Piala Dunia 2014 | Transfer Pemain

    Berita Terpopuler:
    Beberapa Pemain Timnas U-19 Terancam Dicoret
    Timnas U-19 Terpaksa Turunkan Evan Dimas
    Indra Puas pada Penampilan Timnas U-19
    Pellegrini Keliru Menyebut City sebagai MU
    Fabregas: Kami Punya 19 Laga Final!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.