Ortega: Tevez Layak Main di Piala Dunia 2014

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carlos Tevez. AP/Massimo Pinca

    Carlos Tevez. AP/Massimo Pinca

    TEMPO.CO, Turin - Penyerang Juventus, Carlos Tevez, sudah hampir tiga tahun tidak pernah memperkuat tim nasional Argentina. Berdasarkan kinerjanya pada musim ini, menurut bekas anggota timnas Argentina, Ariel Ortega, Tevez layak untuk bermain di Piala Dunia 2014 bersama Tim Tango.

    "Tevez telah bermain sangat bagus bersama Juventus pada musim ini. Dia telah beradaptasi dengan baik di Italia," kata Ortega. "Secara pribadi, menurut saya dia pantas masuk skuad, bahkan masuk ke tim inti timnas Argentina."

    Nama Tevez mulai meredup setelah gagal membawa Argentina menjuarai Copa Amerika pada 2011. Walhasil, sejak Argentina ditangani pelatih Alejandro Sabella, Tevez tidak pernah kembali bermain untuk Argentina. Apalagi saat itu penampilan Tevez bersama Manchester City tengah menurun.

    Akibatnya, Sabella lebih sering memanggil Ezequiel Lavezzi dan Rodrigo Palacio untuk melengkapi trio Lionel Messi, Sergio Aguero, dan Gonzalo Higuain. Bahkan Sabella lebih tertarik memanggil penyerang muda  Mauro Icardi dibanding Tevez ketika di antara Messi, Aguero, atau Higuain cedera.

    Sepanjang musim ini Tevez sudah mencetak 18 gol dan 8 assist dari 30 pertandingan Seri A Liga Italia. Namun sejauh ini Tevez belum mampu menyumbangkan gol untuk Juventus, baik saat tampil di Liga Champions maupun di Liga Europa.

    FOOTBALL ITALIA | JOKO

    Baca Juga:
    Liga Indonesia | Liga Inggris | Liga Spanyol | Liga Italia | Liga Champions | Piala Dunia 2014 | Transfer Pemain

    Berita Terpopuler:
    David De Gea Calon Legenda Manchester United
    Inilah Kunci Sukses Mourinho Loloskan Chelsea
    Mou: Chelsea Pantas ke Semifinal Liga Champions
    Pelatih Jepang Kesulitan Susun Timnas Piala Dunia
    Terry: Chelsea Tunjukkan Karakter Juara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.