Stephen Hawking: Inggris Harus Pakai Formula 4-3-3  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stephen Hawking. AP/Dave Einsel

    Stephen Hawking. AP/Dave Einsel

    TEMPO.CO, London - Ilmuwan terkenal asal Inggris, Stephen Hawking, menyebut Inggris berpeluang memboyong Piala Dunia pada tahun ini jika memakai formasi 4-3-3, menghindari pertandingan dalam suhu panas dan mengenakan kostum merah. Ini bukan sekadar saran. Sebab, fisikawan itu menyusun formula tersebut setelah menghitung dan menganalisis data 45 pertandingan Inggris dalam Piala Dunia sejak negara itu menang pada 1966.

    Peneliti jagat raya itu juga menganalisis 204 penalti yang diambil Inggris. Tim nasional Inggris memang dikenal punya catatan buruk dalam hal penalti. (Baca: Fakta Menarik Tim Piala Dunia Inggris)

    Meski sudah membuat formula yang bisa membantu tim asuhan Roy Hogson itu, Hawking ragu negaranya bisa menjuarai Piala Dunia. Hawking justru memprediksi tuan rumah yang menjuarai Piala Dunia. "Anda sangat ceroboh jika meremehkan Brasil. Mereka menjuarai lebih dari 30 persen Piala Dunia," kata Hawking seperti ditulis Associated Press, 31 Mei 2014.

    Hawking menggunakan perhitungan ilmiah dan menghasilkan dua formula. Formula pertama memasukkan variabel kemungkinan Inggris memenangi pertandingan, dan sisanya menghitung peluang hasil penalti.

    Inggris, menurut Hawking, sebaiknya memakai kostum merah saat bertanding dan meninggalkan formasi tradisional 4-4-2. "Pakar psikologi di Jerman menyebut warna merah membuat tim percaya diri dan merasa bisa tampil lebih agresif dan mendominasi," kata Hawking.

    Formasi 4-3-3 dinilai lebih positif untuk membantu sisi psikologis tim saat bertanding. "Peluang kemenangan Inggris meningkat jika bertanding pada pukul 3 sore waktu setempat," katanya. (Baca: Piala Dunia, Scholes: Inggris Patut Tiru Liverpool)

    Hawking mengatakan Inggris bisa tampil lebih baik jika main di stadion yang berada kurang dari 500 meter di atas permukaan laut. Suhu panas bisa mempengaruhi permainan tim Inggris.

    Pertandingan perdana melawan Italia di Manaus, menurut Hawking, menjadi laga tersulit Inggris karena temperatur cukup tinggi. Saat itu temperatur di Manaus diperkirakan sekitar 27 derajat Celsius. Tiap kenaikan suhu 5 derajat Celsius bisa menurunkan peluang kemenangan Inggris hingga 59 persen.

    Saat ini tim nasional Inggris bakal menggelar satu dari dua laga uji coba terakhir di Miami, Amerika Serikat, Rabu waktu setempat, 4 Juni. Catatan Inggris dalam lima laga terakhir lumayan: tiga kali menang, dua kali kalah. Lawan yang dihadapinya di Miami nanti adalah Ekuador, sesama kontestan pada Piala Dunia 2014 di Brasil. (Baca: 5 Cara Agar Timnas Inggris Juara Piala Dunia)

    AP | BBC | GABRIEL WAHYU TITIYOGA


    Terpopuler:

    Hal yang Akan Terjadi Jika Jins Tak Pernah Dicuci

    Rekening Dana Kampanye Jokowi Hanya Tiga 

    SBY Sebut Kinerja Sepuluh Kementerian Buruk

    10 Langkah Menjaga Ginjal Tetap Sehat 

    PKB Bangkalan Bantah Dukung Prabowo  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto