Surat dari Brasil: Tuan Rumah Mulai Bergairah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria menggambar ikon piala dunia 2014 pada sebuah istana pasir di pantai Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil (19/5). (Mario Tama/Getty Images)

    Seorang pria menggambar ikon piala dunia 2014 pada sebuah istana pasir di pantai Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil (19/5). (Mario Tama/Getty Images)

    TEMPO.CO, Rio de Janeiro -- Setelah sepekan saya berada di Rio de Janeiro, Brasil, akhirnya warna-warna kuning dan hijau—yang merupakan warna bendera Brasil—terlihat di beberapa ruas jalan kota. Warga mulai memasang bendera kecil di depan rumah, mobil, dan juga di pintu rumah dalam ukuran yang besar.

    Tak hanya itu, pinggiran trotoar pun mereka cat dengan warna kuning dengan berseling warna hijau. Hiasan lainnya adalah bentangan tali di atas jalan yang dipenuhi kertas plastik dengan dua warna yang dominan itu.

    Hiasan-hiasan ini merupakan tradisi rutin yang mereka lakukan pada Juni-Juli dalam empat tahunan. Maklum, sejak penyelenggaraan Piala Dunia 1950 di negerinya sendiri, Brasil tidak pernah absen di kejuaraan sepak bola akbar empat tahunan itu.

    Pemasangan bendera dan pernik lainnya ini merupakan bentuk dukungan masyarakat Brasil kepada tim sepak bola mereka yang berlaga di Piala Dunia. Seluruh biaya untuk itu ditanggung oleh masyarakat. Mereka patungan untuk membeli cat dan bendera dari plastik. Namun, ada juga yang mengeluarkan uang dari koceknya sendiri.

    Suasananya memang mirip perayaan kemerdekaan di Indonesia. Memasuki Agustus, biasanya warga memasang bendera dan membuat gapura dengan berbagai lukisan, yang khas adalah bambu runcing dan tulisan “merdeka”.

    “Bahkan, tak sedikit yang membuat gambar-gambar pemain sepak bola yang mereka kagumi di dinding-dinding rumah mereka,” kata Carlos de Melo, warga Rio de Janeiro. Menurut mantan pemain PSM Makassar dan Persebaya Surabaya ini, pemasangan bendera ini akan semakin meriah ketika kick-off makin dekat.

    Namun, dibandingkan dengan Piala Dunia sebelumnya, antusiasme masyarakat Brasil pada umumnya dinilai kurang. Padahal, penyelenggaraan Piala Dunia justru dilakukan di negerinya sendiri.

    “Bisa jadi memang masyarakat di sini marah terhadap pemerintah. Dibandingkan dengan penyelenggaraan Piala Dunia sebelumnya, perhelatan kali ini memang sangat sepi. Padahal, meski Piala Dunia tidak digelar di Brasil, masyarakat sudah antusias dengan memasang bendera dan umbul-umbul,” kata Fabrizio, 32 tahun, seorang warga.

    Bahkan, dia pesimistis bila masyarakat akan segera antusias menjelang dekatnya penyelenggaraan Piala Dunia, Kamis nanti. “Mungkin setelah dua atau tiga kali Brasil menang, mereka bisa memberikan dukungannya.”

    IRFAN BUDIMAN (RIO DE JANEIRO)

    Berita Lainnya:
    Dari Brasil, David Villa Singgah ke Australia
    Imbang Hadapi Luksemburg, Lini Tengah Italia Lemah
    Cekik Sterling, Valencia Minta Maaf
    Buffon: Pirlo Pemain Jenius
    Peserta Piala Dunia Brasil Bakal Naik Hyundai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.