AS Tak Ingin Jadi Underdog

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim nasional Amerika Serikat. REUTERS/Jose Luis Magana

    Tim nasional Amerika Serikat. REUTERS/Jose Luis Magana

    TEMPO.CO, NATAL – Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Juergen Klinsmann, menyatakan akan mengerahkan segenap strategi agar tidak menjadi underdogs dalam Piala Dunia 2014 di Brasil. Ia mengemukakan itu pada jumpa pers menjelang pertandingan melawan Ghana pada Senin, 16 Juni 2014.

    Bagi para pemain Amerika Serikat, Ghana merupakan momok buat mereka. Betapa tidak, dalam beberapa kali pertemuan di laga internasional, Amerika Serikat harus ‘bertekuk lutut”. Pada Piala Dunia 2016 di Jerman, Amerika Serikat harus mengakui keunggulan Ghana dengan skor 2-1. Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Ghana juga mempecundangi Amerika Serikat.

    Pada Piala Dunia 2014, Amerika Serikat berada di Grup G bersama-sama Ghana, Jerman, dan Portugal. Menurut Klinsman, Amerika Serikat berada di grup yang paling sulit. Namun ia merasa yakin anak asuhnya bisa memberikan kejutan saat melawan Ghana di Stadion Natal.

    “Natal empat hari diguyur hujan terus-menerus. Tapi kami tak peduli bagaimana pun kondisinya, kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” tegas Klinsmann. Dalam Piala Dunia 2010, tim nasional Amerika Serikat berhasil menoreh prestasi masuk 16 besar.

    Ghana yang pernah mempecundangi Korea Selatan pada pertandingan persahabatan dengan skor 4-0, baru-baru ini tampaknya juga akan mengalami kesulitan untuk bisa masuk babak 16 besar. Namun banyak kalangan memperkirakan Black Stars, julukan untuk tim nasional Ghana, akan bisa mengalahkan Amerika Serikat.

    JAPAN TODAY | AFP | SETIAWAN ADIWIJAYA

    Berita lain
    Dibekap Cedera, Ronaldo Ngotot Tampil Lawan Jerman

    Daftar Pemain Penerima Kartu Kuning dan Merah
    Daftar Pencetak Gol Piala Dunia 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.