Brasil Dag-dig-dug Hadapi Singa Perkasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung timnas Kamerun mengenakan topeng singa sebagai bentuk dukungannya kepada tim berjuluk singa Afrika saat melawan Mexico, di Brazil 13 juni 2014. AP Photo/Sergei Grits.

    Pendukung timnas Kamerun mengenakan topeng singa sebagai bentuk dukungannya kepada tim berjuluk singa Afrika saat melawan Mexico, di Brazil 13 juni 2014. AP Photo/Sergei Grits.

    TEMPO.CO, Teresopolis – Di atas kertas, Brasil tidak akan menemui masalah saat menjamu Kamerun dalam pertandingan penutup Grup A, dinihari nanti. Tuan rumah bertengger di posisi ketiga dunia, jauh di atas Kamerun yang menduduki peringkat ke-56.

    Faktor lain juga menguntungkan Brasil: Kamerun sudah tersingkir. Brasil pun hanya butuh hasil seri dalam laga yang akan digelar di Brasilia National Stadium, Brasilia, ini untuk melaju ke babak 16 besar.

    Namun Piala Dunia ini telah membuktikan diri sebagai kuburan bagi banyak harapan besar. Selecao—julukan Brasil yang berarti "tim pilihan"—tidak ingin bernasib sama dengan juara dunia, Spanyol, dan juga Inggris yang terjungkal oleh tim yang notabene lebih lemah. Walhasil, mereka balik kandang lebih awal. (Baca:Cile dan Belanda Mati-matian Menghindari Brasil)

    David Luiz, bek tengah Brasil, justru melihat ancaman dari posisi Indomitable Lions alias Singa Perkasa—julukan Kamerun—yang sudah pasti tersingkir. "Kami menghadapi lawan yang sudah tidak lagi memiliki tekanan," ujar bek Chelsea ini, kemarin. Wakil Afrika tersebut kalah dalam dua pertandingan awal—oleh Meksiko dan Kroasia.

    ADVERTISEMENT

    Luiz menilai para pemain Kamerun bisa saja memiliki motivasi untuk membuat pembuktian dalam laga terakhir ini. "Mereka ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bisa bermain lebih bagus daripada dua pertandingan terdahulu," ujar pemain 27 tahun itu. "Kemenangan atas tuan rumah bakal sama berharganya dengan gelar juara."

    Motivasi itu menjadikan mereka bak singa terluka. "Kamerun mempertaruhkan harga diri mereka," kata Luiz, bek yang baru pindah dari Chelsea ke Paris Saint-Germain. "Mereka sadar betul sedang mewakili negara dan ingin meninggalkan Piala Dunia dengan kemenangan atas tuan rumah."

    Pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari, menganggap beratnya perlawanan di Grup A sebagai berkah. "Karena membuat kami fokus sejak awal turnamen," katanya. Dia menganggap besarnya ekspektasi warga Negeri Samba tidak membuat pasukannya tertekan.

    Bek kiri, Marcelo, mengatakan pertandingan nanti—laga keseratus Brasil di Piala Dunia—bakal sulit. "Kamerun memiliki banyak pemain bagus," ujar pemain yang baru menyabet trofi Liga Champions Eropa bersama Real Madrid tersebut. "Kami harus menghormati mereka."

    Beruntung bagi Marcelo cs, sederet punggawa Singa Perkasa bakal absen. Gelandang bertahan, Alex Song, absen karena hukuman kartu merah lantaran menyikut penyerang Kroasia, Mario Mandzukic. Samuel Eto'o, kapten sekaligus penyerang andalan mereka, dibelit cedera lutut.

    Pukulan terakhir bagi kubu Kamerun adalah sanksi yang bakal dijatuhkan badan sepak bola dunia, FIFA, kepada bek kiri, Benoit Assou-Ekotto ,yang menanduk rekannya sendiri, Benjamin Moukandjo. "Tindakan beberapa pemain tidak bisa diterima," kata Volker Finke, pelatih Kamerun.

    Pelatih 66 tahun asal Jerman itu telah menganalisis dua kekalahan mereka. "Beberapa kali kami kehilangan konsentrasi dan finishing touch saat melawan Kroasia," kata Finke, 66 tahun. "Kami bakal bermain lebih bagus saat menghadapi Brasil."

    Brasil lolos jika menang atau seri melawan Kamerun. Kalau mereka kalah, nasib mereka bergantung pada hasil Meksiko vs Kroasia. Posisi Brasil aman selama Meksiko menang. Jika Brasil kalah dan Meksiko juga kalah, tiket ke babak berikutnya akan jadi milik Kroasia, sedangkan Brasil dan Meksiko harus hitung-hitungan selisih gol. Bila Brasil kalah dan Meksiko ditahan imbang Kroasia, Meksiko lolos dan membuat Brasil dan Kroasia harus hitung-hitungan selisih gol.

    Meksiko lolos jika menang atau seri menghadapi Kroasia. Kalau mereka kalah, mereka harus berharap Brasil juga kalah lebih dari dua gol supaya bisa lolos.

    Kroasia lolos jika menang atas Meksiko. Jika hanya bermain imbang, Mario Mandzukic cs harus berharap Kamerun mengalahkan Brasil, sehingga mereka akan hitung-hitungan selisih gol.

    Perkiraan Formasi
    Brasil (4-2-3-1)

    Kiper: Julio Cesar
    Bek: Alves, Thiago, Luiz, Marcelo
    Gelandang Bertahan: Paulinho, Gustavo
    Gelandang Serang: Willian, Oscar, Neymar
    Depan: Fred

    Kamerun (4-1-4-1)
    Kiper: Itandje
    Bek: Nyom, N'Koulou, Nounkeu, Bedimo
    Gelandang Bertahan: Matip
    Tengah: Salli, Makoun, Enoh, Choupo-Moting
    Depan: Webo

    ABC NEWS | ARIZONA DAILY STAR | SUPER SPORT | WHO SCORED| REZA MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...