Scolari: Kalau Bisa, Saya Tak Ingin Bertemu Cile

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luiz Felipe Scolari dan Neymar memberikan keterangan saat jumpa pers.  12 Juni, 2014.  REUTERS/Damir Sagolj

    Luiz Felipe Scolari dan Neymar memberikan keterangan saat jumpa pers. 12 Juni, 2014. REUTERS/Damir Sagolj

    TEMPO.CO, Brasilia - Tim tuan rumah Brasil memastikan diri menjadi juara Grup A setelah mengalahkan Kamerun dengan skor 4-1 pada Selasa, 24 Juni 2014 dinihari. Hasil itu membuat mereka bakal menghadapi Cile di babak 16 besar. Cile menempati posisi kedua di Grup B setelah dikalahkan Belanda 2-0.

    Pelatih Brasil Luiz Felipe Scolari mengaku sebenarnya tidak ingin menghadapi Cile. "Kalau bisa memilih, saya tidak ingin bertemu Cile karena mereka tim Amerika Selatan yang sangat bagus," ujar Scolari kepada Fifa.com, Selasa. (Baca: Tumbangkan Kamerun, Brasil Juarai Grup A)

    Scolari memuji Cile sebagai tim yang berkualitas. "Mereka tim yang terorganisasi dengan baik dan punya keinginan kuat untuk menang," katanya.

    Sebelumnya, Scolari sempat saling sindir dengan pelatih Belanda Louis van Gaal. Van Gaal menuding pengaturan jadwal pertandingan oleh FIFA menguntungkan Brasil. Soalnya, pertandingan Brasil melawan Kamerun digelar setelah laga penentu Grup B, Belanda melawan Cile. Brasil dinilai bisa memilih lawan mereka di babak selanjutnya. "Ini tidak sesuai semangat fair play," ujar Van Gaal. (Baca: Dikritik Van Gaal, Pelatih Brasil Marah)

    ADVERTISEMENT

    Scolari kemuadian menyebut ocehan Van Gaal itu bodoh atau bermaksud jahat. "Komentar itu merendahkan Kamerun," kata Scolari. "Kami tidak perlu memilih siapa lawan kami, kami hanya harus bermain dan menang."

    FIFA | GOAL | THE GUARDIAN | ANGGRITA DESYANI 

    BERITA TERKAIT
    Piala Dunia 2014, Laga Penentu Dua Jawara
    Dua Gol Neymar Bobol Kamerun
    Belanda si Raja Grup B
    Skor 2-0, Belanda Taklukkan Cile



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.