Italia Vs Uruguay, Laga Penghakiman Dua Jawara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Italia, Ciro Immobile (kiri), Matteo Darmian (kedua kiri),  Gabriel Paletta (atas) dan Andrea Barzagli berlatih sebelum menjalani pertandingan grup D Piala Dunia di Arena das Dunas, Natal, Brazil, 23 Juni 2014. AP/Antonio Clann

    Para pemain Italia, Ciro Immobile (kiri), Matteo Darmian (kedua kiri), Gabriel Paletta (atas) dan Andrea Barzagli berlatih sebelum menjalani pertandingan grup D Piala Dunia di Arena das Dunas, Natal, Brazil, 23 Juni 2014. AP/Antonio Clann

    TEMPO.CO, Natal – Italia, yang pernah menjadi juara dunia empat kali, kini dalam posisi tertekan di Grup D. Untuk bisa lolos ke babak berikut, tim itu cukup meraih hasil seri dalam laga terakhirnya nanti malam.

    Namun tim asuhan Cesare Prandelli ini baru dikalahkan Kosta Rika 1-0 dalam laga sebelumnya dan kini harus menghadapi Uruguay, tim yang pernah dua kali menjadi juara dan akan diperkuat penyerang yang tengah mencorong: Luis Suarez. (Baca: Brasil di Posisi Puncak Grup A)

    "Tetap percaya diri," itulah nasihat mantan kapten tim nasional Italia, Franco Baresi, menjelang laga penentuan di Estadio das Dunas itu. "Kami memulai turnamen dengan baik setelah menang dari Inggris. Namun kini harus menentukan diri hingga pertandingan ketiga fase grup," katnya seperti dilansir ANSA.

    Azzurri—julukan Italia—kini berada pada peringkat kedua Grup D dengan tiga poin dari dua pertandingan, tertinggal tiga angka dari Kosta Rika yang berada pada puncak dan sudah lolos ke babak 16 besar. Mengoleksi jumlah poin sama, Uruguay berada pada peringkat ketiga lantaran kalah selisih gol. (Baca: Aturan Seks Sebelum Laga di Piala Dunia)

    Dengan posisi klasemen seperti itu, laga malam ini akan menjadi laga penghakiman bagi kedua tim: yang menang melaju dan yang kalah terdepak. Namun Italia juga bisa lolos meraih hasil seri.

    Baresi menilai hasil seri bisa diraih Andrea Pirlo dan kawan-kawan dalam laga ini. "Lagi pula kami sering tampil baik justru ketika dalam tekanan seperti saat ini," kata pria 54 tahun ini. (Baca: Neymar Pimpin Perebutan Sepatu Emas)

    Namun berbicara memang selalu lebih mudah ketimbang berbuat. Seperti disampaikan pemain tengah Claudio Marchisio dalam laman resmi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Italia punya tugas tambahan pada Piala Dunia kali ini. Selain berjuang mengalahkan tim lawan, Italia harus mengalahkan cuaca panas dan lembap Brasil. "Ambil contoh pertandingan melawan Kosta Rika lalu," kata Marchisio. "Pada babak kedua, kami sangat menderita. Cuaca panas membuat kami sulit menjaga kebugaran."

    Kapten Gianluigi Buffon setuju atas pernyataan rekan seklubnya di Juventus tersebut. Namun, secara bijaksana, Buffon menyebutkan hal itu tak bisa dijadikan pemakluman untuk hasil buruk yang diperoleh timnas Italia dalam Piala Dunia Brasil. "Saya rasa tim Eropa lain juga merasakan hal sama. Cuaca ini menjadi kendala untuk semua tim," ujar Buffon.

    Berbeda dengan Italia yang masih tersiksa oleh cuaca di Brasil, Uruguay justru lebih mudah beradaptasi karena berasal dari benua yang sama. Tim itu pun akan tampil dengan moril melambung setelah dalam laga kedua lalu berhasil mengalahkan Inggris 2-1. Saat itu kedua gol diborong Luis Uruguay yang baru kembali dari cedera.

    Pelatih Uruguay, Oscar Tabarez, pun menyambut laga melawan Italia dengan optimistis. "Karena saya punya sekumpulan pemain yang kuat menghadapi beragam tekanan," kata Tabarez.

    Pada pertandingan ini, Uruguay belum dapat diperkuat kapten Diego Lugano yang masih bergulat dengan cedera lutut dan full-back Maxi Pereira yang terkena sanksi kartu merah. Adapun Italia bakal kehilangan Daniele de Rossi akibat cedera betis.

    Pada laga lainnya, Kosta Rika yang sudah lolos akan menghadapi Inggris yang sudah tersingkir. Kosta Rika hanya butuh hasil seri untuk memastikan diri sebagai jawara grup.

    Perkiraan susunan pemain:
    Italia (3-5-2)
    Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Darmian, Verratti, Pirlo, Marchisio, De Sciglio; Immobile, Balotelli.

    Uruguay (4-4-2)
    Fernando Muslera; Alvaro Pereira, Diego Godin, Jose Maria Gimenez, Martin Caceres; Alvaro Gonzalez, Egidio Arevalo Rios, Cristian Rodriguez, Nicolas Lodeiro; Luis Suarez, Edinson Cavani.

    VIVOAZZURRO | FIFA | FOOTBALL ITALIA| ARIE FIRDAUS

    Berita lain:
    Hazard Jadi Pahlawan Belgia Lawan Rusia
    Aljazair Bikin Korea Selatan Keok 4-2
    Del Bosque Ingin Pensiun dari Timnas Spanyol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.