Lawan Kosta Rika, Inggris Turunkan Tim Lapis Kedua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Frank Lampard. AP/Vadim Ghirda

    Frank Lampard. AP/Vadim Ghirda

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris menurunkan tim lapis kedua untuk menghadapi Kosta Rika, dalam pertandingan terakhir penyisihan Grup D Piala Dunia 2014 di Estadio Governador Magalhaes Pinto, Selasa, 24 Juni 2014. Manajer Inggris Roy Hodgson melakukan sembilan perubahan dalam susunan starting eleven.

    Inggris dipastikan tak lolos ke babak 16 besar. Oleh karena itu, Hodgson lebih memilih menurunkan pemain lapis kedua yang didominasi pemain muda seperti Ross Barkley, Luke Shaw, Phil Jones, dan Jack Wilshere.

    Ben Foster ditunjuk sebagai kiper The Three Lions. Kuartet lini belakang ditempati Gary Cahill, Chris Smalling, Jones, dan Shaw. Sementara Frank Lampard berkolaborasi dengan Wilshere serta Barkley di lini tengah.

    Hodgson memilih James Milner dan Adam Lallana untuk mengisi sektor sayap. Sedangkan Daniel Sturridge tetap dipercaya sebagai ujung tombak utama.

    Di kubu lawan, pelatih Jorge Luis Pinto tetap menurunkan para pemain terbaiknya macam Joel Campbell, Bryan Ruiz, Celso Borges, dan kiper Keylor Navas. Randall Brenes, yang tampil dari bangku cadangan di pertandingan sebelumnya melawan Italia, mengisi starting line-up Kosta Rika.

    Susunan pemain:
    Kosta Rika:
    K. Navas; Miller, Duarte, G. Gonzalez, Gamboa, J. Diaz; C. Borges, Tejeda, B. Ruiz, Brenes; J. Campbell.

    Inggris:
    Foster; Smalling, Jones, Cahill, Shaw; Lampard, Wilshere; Milner, Barkley, Lallana; Sturridge.

    ANTONIUS WISHNU

    Baca juga:
    Ghana Dicurigai Terlibat Skandal Pengaturan Skor
    Tuah Rambut Kriwil David Luiz
    Villa Tutup Karier di Timnas Spanyol dengan Gol
    Ronaldo Akui Portugal Tim yang Biasa-biasa Saja
    Belanda Bertengger di Posisi Puncak Grup B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.