Kecewa, Pendukung Inggris Ngamuk di Brasil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hooligan Inggris membentangkan bendera sebagai bentuk dukungan kepada timnya yang berlaga melawan Italia pada piala dunia di Brazil, 15 Juni 2014. Warren Little/Getty Images

    Hooligan Inggris membentangkan bendera sebagai bentuk dukungan kepada timnya yang berlaga melawan Italia pada piala dunia di Brazil, 15 Juni 2014. Warren Little/Getty Images

    TEMPO.CO, Brasil - Hasil pertandingan Inggris melawan Kosta Rika tanpa gol pada akhir penyisihan Grup D Piala Dunia 2014 di Estadio Governador Magalhaes Pinto, Selasa, 24 Juni 2014, membawa kekecewaan mendalam bagi Hooligan--sebutan fan paling fanatik skuad The Three Lions. Mereka mengamuk di stadion seusai pertandingan digelar.

    Insiden itu bermula saat sekelompok Hooligan melempar gelas kertas ke arah lapangan. Tindakan mereka langsung menyulut emosi penonton lain yang berada di stadion tersebut. Akibatnya, kedua belah pihak saling berhadap-hadapan. Situasi pun memanas. Beruntung, sekitar 30 polisi militer bersenjata lengkap langsung memasang tameng di antara kedua kubu.

    Namun polisi tampak kesulitan lantaran sebagian anggota Hooligan di tribun lain, seperti tribun penonton campuran, juga berbuat ulah. Setelah pertandingan usai, mereka akhirnya berhasil diarahkan ke luar stadion.

    Inggris sudah dipastikan angkat koper dari Piala Dunia setelah kalah oleh Italia dan Uruguay dengan skor identik, 1-2 , pada dua pertandingan awal. Ini adalah kali pertama Inggris tersingkir dari penyisihan grup di Piala Dunia sejak 1958. Alih-alih menyelamatkan kepercayaan diri timnya saat melawan Kosta Rika, The Three Lions malah mandul menghasilkan gol.

    Sebelumnya, penyerang utama Inggris, Wayne Rooney, meminta maaf kepada pendukungnya lantaran harus pulang dengan kecewa. "Ini jelas sangat menyakitkan. Kami harus meninggalkan turnamen dengan benar-benar kecewa," ujarnya. Adapun pelatih timnas Inggris, Roy Hodgson, mengakui timnya tidak maksimal memanfaatkan peluang yang cukup banyak dalam pertandingan tersebut.

    Namun dia menyakinkan publik bahwa Inggris sudah berjuang untuk meraih hasil terbaik. "Saya sangat kecewa karena tidak mengakhirinya dengan kemenangan, tapi saya tidak berpikir bahwa saya meminta performa yang jauh lebih baik,” tuturnya.

    Rachel Barber, komandan delegasi polisi Inggris di Brasil, menyatakan insiden itu sudah ditangani secara cepat oleh polisi Brasil. Ia berjanji akan mengawasi Hooligan, yang beranggotakan kebanyakan warga negara Inggris. "Namun kami belum tahu apakah ada penangkapan yang terjadi," katanya.

    SPORTS MOLE | THE TELEGRAPH | TRI SUHARMAN


    Baca: 
    Inggris Tanpa Kemenangan, Hodgson Kecewa Berat
    Inggris Cuma Bawa Pulang Satu Poin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.