Rusia Gagal, Capello Ngotot Bertahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fabio Capello (kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Moskow (26/7). REUTERS/Maxim Shemetov

    Fabio Capello (kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Moskow (26/7). REUTERS/Maxim Shemetov

    TEMPO.CO, Curitiba - Fabio Capello akan tetap melatih tim Rusia hingga Rusia menjadi tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 2018. Tim Rusia terdepak di babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 di Brasil.

    Tampil untuk pertama kali di Piala Dunia setelah 2002, tim Rusia harus angkat koper setelah sekali kalah dan dua kali seri di Grup F. Kekalahan itu dialami saat melawan Belgia (0-1), seri melawan Korea Selatan (0-0) dan Aljazair (1-1).

    "Anda harus menanyakan hal ini kepada pimpinan Federasi Sepak Bola Rusia," tutur pelatih asal Italia itu. Capello, 68 tahun, menandatangani kontrak sebagai pelatih tim Rusia pada Januari lalu dan baru akan berakhir 2018.

    Capello sebelumnya melatih tim Inggris pada Piala Dunia 2010 dan hanya sekali menang dalam tujuh kali pertandingan. Meski acap kali dikritik, ia mempertahankan diri dengan kokoh. Ia menekankan bahwa Rusia meraih hasil yang baik di babak penyisihan dan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kali setelah 12 tahun. (Baca juga: Capello Beberkan Alasannya Mundur dari Inggris).

    "Saya pikir saya telah menjalankan tugas dengan baik hingga kini," ucapnya setelah dua tahun menangani Rusia.

    Prestasinya di kancah internasional kontras dengan prestasinya sebagai pelatih klub di Italia dan Spanyol. Di klub ia memenangi trofi juara liga.

    Tentang gol Aljazair ke gawang Rusia, Capello berkilah penjaga gawangnya, Igor Akinfeev, penglihatannya terganggu sinar laser dari kerumunan penonton. "Kalau kami boleh mengeluhkan kekurangan Piala Dunia kali ini, itulah salah satunya," kata Capello.

    REUTERS | AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.