Thomas Muller Ingin Boyong Dua Sepatu Emas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Jerman Thomas Mueller saat latihan untuk menghadapi Turki dalam pertandingan babak penyisihan Piala Eropa 2012 di Berlin, Jerman (7/10). AP/Michael Sohn

    Pemain Jerman Thomas Mueller saat latihan untuk menghadapi Turki dalam pertandingan babak penyisihan Piala Eropa 2012 di Berlin, Jerman (7/10). AP/Michael Sohn

    TEMPO.CO, Porto Alegre - Pemain depan tim nasional Jerman, Thomas Muller, tak hanya mengemban misi memenangkan negaranya di Piala Dunia kali ini, tapi juga mencetak rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam dua Piala Dunia 2014.

    Muller menjadi pencetak gol terbanyak dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Saat itu, pemain bernomor punggung 13 ini mencetak lima gol. Koleksi golnya sejajar dengan David Villa dari Spanyol, Wesley Sneijder (Belanda), dan Diego Forlan (Uruguay).

    Namun Muller lebih berhak membawa pulang sepatu emas karena memiliki assist yang lebih banyak dibanding tiga saingannya tersebut. Kini, pemain Bayern Muenchen ini berpeluang mengulangi catatan gemilang tersebut.

    "Saya akan memberikan segalanya untuk mewujudkan mimpi itu karena belum seorang pemain pun melakukannya," tutur Muller. "Saya selalu memikirkan cara untuk mempertahankan gelar tersebut."

    ADVERTISEMENT

    Muller berpeluang mengukir rekor baru jika besok mencetak gol lagi saat Jerman bertemu dengan Aljazair di Estádio Beira-Rio, Porto Alegre, Brasil, dalam babak 16 final.

    Saat ini Muller telah mencetak empat gol dalam tiga laga. Torehan ini membuatnya sejajar dengan Lionel Messi dan Neymar. Ia hanya perlu satu gol lagi untuk menyamai torehan James Rodriguez yang telah mencetak lima gol.

    SKY SPORTS | ESPNFC | AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.