Meksiko Tersingkir, Pelatih Salahkan Wasit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Miguel Herrera bereaksi kecewa usai timnya dikalahkan Belanda pada lanjutan laga 16 besar piala dunia Brazil, 30 Juni 2014. REUTERS/Marcelo Del Pozo

    Pelatih Miguel Herrera bereaksi kecewa usai timnya dikalahkan Belanda pada lanjutan laga 16 besar piala dunia Brazil, 30 Juni 2014. REUTERS/Marcelo Del Pozo

    TEMPO.CO, Rio de Jainero - Pelatih tim nasional MeksikoMiguel Herrera, menyalahkan wasit setelah timnya disingkirkan Belanda di babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil, Ahad, 29 Juni 2014 malam. Meksiko harus pulang cepat karena kalah 2-1.

    "Hari ini lelaki berpluit sudah mengeliminasi kami dari Piala Dunia," kata Herrera menunjuk wasit asal Portugal, Pedro Proenca, yang memimpin pertandingan. Menurut Herrera, jika seorang wasit memberikan pinalti, maka tim tersebut akan keluar dari kejuaraan. "Saya berharap mereka melihat apa yang terjadi dan kami pulang dengan jantan," katanya.

    El Tri, julukan Meksiko, unggul lebih dulu melalui tendangan keras Giovani dos Santos pada menit ke-48. Namun, gelandang mungil Belanda Wesley Sneijder berhasil menyamakan kedudukan dua menit menjelang pluit berbunyi.

    Tragedi Meksiko datang di menit kedua tambahan waktu. Proenca memberikan hadiah penalti kepada Belanda. Penalti diberikan setelah pemain sayap Arjen Robben dilanggar bek Rafael Marquez.

    Robben belakangan mengakui jika ia melakukan diving, tetapi bukan pada saat hadiah penalti itu. Ia melakukan diving pada saat babak pertama. Pemain pengganti, Klaas Jan Huntelaar, berhasil mengkonversi ini menjadi gol sekaligus membawa Belanda ke babak delapan besar.

    "Robben diving sebanyak tiga kali," kata Herrera. Dia menilai wasit seharusnya memperingatkan pemain yang ingin berlaku curang. Jika itu dilakukan, kasus Robben tak terulang hingga kedua kali.

    GOAL.COM | WAYAN AGUS PURNOMO

    Berita Terkait :
    Jerman Waspadai Kejutan Aljazair
    Maradona Baru dari Kolombia
    Laporan Piala Dunia: Menendang Bola sampai Tua
    Laporan Piala Dunia: Pasar Kaget di Copacabana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.