Prancis Difavoritkan Juara, Deschamps Tak Ingin Takabur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih kepala Prancis, Didier Deschamps saat memberikan keterangan pers sebelum laga kontra Nigeria. Jean Catuffe/Getty Images

    Pelatih kepala Prancis, Didier Deschamps saat memberikan keterangan pers sebelum laga kontra Nigeria. Jean Catuffe/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Penampilan tim nasional Prancis yang mengesankan selama Piala Dunia 2014 tak membuat pelatih mereka, Didier Deschamps, takabur. Sekalipun banyak yang memfavoritkan Prancis untuk menjadi juara, Deschamps hanya ingin berfokus pada laga perempat final melawan Jerman, Jumat malam, 4 Juli 2014.

    "Saya seorang realis. Target saya, seperti pemain-pemain saya, adalah (pertandingan) Jumat," kata Deschamps, seperti dikutip situs www.fifa.com.

    Dalam pertandingan babak 16 besar melawan Nigeria, Senin malam lalu, Prancis menang 2-0. Namun, kata Deschamps, kemenangan ini tidak berarti mereka bisa berambisi terlalu jauh. "Realitasnya sekarang adalah Jerman," ujarnya. "Semua orang bisa bermimpi, termasuk saya. Namun saya seorang yang pragmatis dan realis. (Pertandingan) Jumat adalah satu-satunya yang ada di kepala saya sekarang."

    Mantan kapten yang membawa Prancis menjadi Juara Dunia 1998 ini menuturkan timnya akan berjuang maksimal. "Kami akan memberi semua yang kami punya," katanya.

    ADVERTISEMENT

    Deschamps juga mengujarkan perjalanan timnya di Piala Dunia 2014 sejauh ini positif. "Kami belum mengalami kekacauan dalam perjalanan kami," tuturnya. "Saya sangat bangga dan pemain-pemain layak mendapatkannya. Sebuah kesenangan besar bagi saya dan staf saya untuk memimpin tim setiap hari, tapi kami tidak akan hanya menjadi turis Jumat nanti."

    FIFA | GADI MAKITAN

    Baca juga:
    Jelang Laga Lawan Prancis, Tim Jerman Tuai Kritik
    Raul: Lini Depan Argentina Kurang Menggigit
    FIFA Khawatirkan Suporter Mabuk Meningkat  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.