Venezuela Minta FIFA Bagi Keuntungan Piala Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain sepak bola di pantai Brazil jelang persiapan Piala Dunia di Maceio, Brasil, 11 Juni 2014. (Alex Livesey-FIFA/Getty Images)

    Anak-anak bermain sepak bola di pantai Brazil jelang persiapan Piala Dunia di Maceio, Brasil, 11 Juni 2014. (Alex Livesey-FIFA/Getty Images)

    TEMPO.CO, Caracas - Legislator Venezuela, William Ojeda, meminta Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyisihkan 10 persen keuntungan yang diperoleh dari Piala Dunia untuk warga miskin. Dia mengatakan FIFA yang memperoleh banyak uang dari Piala Dunia seharusnya menunjukkan visi yang tak hanya berorientasi pada keuntungan finansial.

    “FIFA seharusnya menyalurkan setidaknya 10 persen keuntungan untuk membantu negara miskin,” kata Ojeda, seperti dikutip Reuters dari media lokal Venezuela. Jika diterapkan, kata dia, kebijakan tersebut akan menjadi berita baik bagi seluruh dunia. Ojeda merupakan anggota parlemen independen, pendukung awal Hugo Chavez yang kemudian berseberangan dengan pemerintah dan lalu juga meninggalkan kelompok oposisi.

    Ojeda mengatakan uang keuntungan FIFA seharusnya digunakan untuk membangun sekolah, perumahan, klinik, dan sarana olahraga. “Langkah ini bakal menjadi contoh moral yang baik,” katanya. Ojeda memuji langkah klub Spanyol, Barcelona, mengenakan logo Unicef, organisasi PBB yang memberikan perlindungan kepada anak-anak.

    Meskipun kerap dituduh dengan berbagai skandal korupsi, FIFA merupakan organisasi nonprofit dan mengalokasikan dana jutaan dolar Amerika Serikat untuk pengembangan sepak bola di akar rumput, terutama di negara berkembang.

    ADVERTISEMENT

    REUTERS | WAYAN AGUS PURNOMO

    Berita lain
    FIFA Selidiki Pelanggaran Zuniga Terhadap Neymar
    Tak Ada Neymar, Thiago Silva Tetap Optimistis
    Luiz Puas Cetal Gol Lewat Tendangan Bebas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.