Kehilangan Neymar Bisa Positif untuk Brasil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Brasil Neymar melambaikan tangan dari dalam helikopter di pusat pelatihan Granja Comary di Brasil, 5 Juli 2014.  Neymar dipulangkan ke rumahnya untuk menjalani perawatan cedera punggung. AP/Leo Correa

    Pemain Brasil Neymar melambaikan tangan dari dalam helikopter di pusat pelatihan Granja Comary di Brasil, 5 Juli 2014. Neymar dipulangkan ke rumahnya untuk menjalani perawatan cedera punggung. AP/Leo Correa

    TEMPO.CO, Brasilia - Kehilangan pemain bintang akibat cedera di tengah laga Piala Dunia rupanya bukan hal baru bagi Brasil. Pada Piala Dunia 1962 di Cile, legenda sepak bola Brasil, Pele, meninggalkan putaran kedua turnamen akibat cedera otot. Meski kehilangan pemain bintang mereka, tim Brasil berhasil memboyong Piala Dunia.

    Adalah Amarildo, pemain klub Botafogo, Brasil, yang didaulat menggantikan Pele dan berhasil membawa Brasil ke posisi juara. Amarildo berhasil menyingkirkan segala tekanan yang dirasakannya dan mencetak dua gol dalam laga melawan Spanyol.

    “Saya tak grogi. Saya melihat itu sebagai sesuatu yang normal, bahkan memotivasi karena saya ingin menunjukkan apa yang bisa saya lakukan,” kata Amarildo yang kini berusia 75 tahun kepada FIFA.com, seperti dikutip pada Selasa, 8 Juli 2014.

    Menghadapi tim Jerman dalam semifinal Piala Dunia 2014, Brasil kehilangan pemain andalan mereka, Neymar, akibat cedera tulang punggung. Amarildo mengatakan tak ada alasan sehingga cedera yang dialami Neymar merusak peluang Brasil.

    Siapa pun penganti Neymar, Amarildo meminta agar sang pengganti dan seluruh tim tak memandang pemain tersebut sekadar sebagai pengganti. Dia mengatakan perubahan bahkan bisa menjadi hal yang baik.

    “Sejujurnya, perubahan bisa menjadi hal baik karena itu akan membawa sesuatu yang baru ke dalam tim dan mengubah cara mereka bermain. Tim harus bekerja sama dan bermain sebagai sebuah unit,” kata Amarildo.

    FIFA | BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.