Pelatih Belanda Akui Kesulitan Ciptakan Peluang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Belanda Louis van Gaal memberikan instruksi pada saat para pemain berlatih di Brasil, 4 Juli 2014. REUTERS/Sergio Moraes

    Pelatih Belanda Louis van Gaal memberikan instruksi pada saat para pemain berlatih di Brasil, 4 Juli 2014. REUTERS/Sergio Moraes

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih tim nasional Belanda, Louis van Gaal, mengatakan kalah dalam adu penalti merupakan skenario terburuk mereka dalam pertandingan. Mereka sebelumnya berencana mencetak gol lebih banyak dibanding Argentina. "Tapi kami tak melakukannya," ujarnya, Kamis, 10 Juli 2014. (Baca: Argentina Kalahkan Belanda Lewat Adu Penalti)

    Van Gaal menuturkan timnya tak menciptakan banyak kesempatan dalam pertandingan semifinal dinihari tadi. Dia menilai ini jauh lebih sedikit dibanding semua pertandingan sebelumnya. Argentina, kata dia, juga melakukan hal sama.

    Menurut dia, pemain Belanda, seperti Robben, Sneijder, dan Van Persie, mengalami kesulitan menemukan peluang. Begitu pula pemain kubu lawan, seperti Messi, Aguero, dan Lavezzi. (Baca: Sempat Sempoyongan, Mascherano Lanjut Bertanding)

    Belanda kalah 2-4 oleh Argentina dalam pertandingan semifinal lewat adu penalti. Dengan hasil itu, Argentina dipastikan melenggang ke pertandingan final melawan Jerman, 14 Juni nanti.

    Meski kalah, Van Gaal merasa timnya telah bermain fantastis selama pertandingan. Ia mengatakan tak ada yang mengharapkan mereka keluar dari babak penyisihan. Mereka telah mengalahkan Meksiko dan Kosta Rika. "Dan paling tidak, kami sejajar dengan Argentina, jika tak lebih baik," ujarnya. (Baca: Belanda Vs Argentina Dilanjutkan ke Babak Tambahan)

    FIFA | NUR ALFIYAH

    Baca juga:
    Final Piala Dunia, Menhub Prediksi Jerman Juara
    FIFA Skors Nigeria dari Ajang Internasional
    Neymar Bakal Lanjutkan Perawatan di Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.