Tiga Jurnalis Dirampok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Schalk van Zuydam

    AP Photo/Schalk van Zuydam

    TEMPO Interaktif, Johannesburg - Tiga jurnalis yang tengah meliput putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dirampok pada Selasa (8/6) malam waktu setempat. Mereka kehilangan laptop, kamera, pasport, telepon genggam dan kartu pas resmi untuk meliput piala dunia.

    Dua jurnalis berasa dari Portugal dan satu orang dari Spanyol sempat diancam dengan senjata. Namun, ketiganya selamat. Tiga jurnalis ini bagian dari 20 reporter yang menginap di hotel Nutbush, sekitar 15 km dari Magaliesburg, tak jauh dari markas tim Portugal.

    Antonio Simoes, satu dari tiga reporter mengatakan kejadian tersebut sangat mengerikan, hanya sekitar 2-3 menit tapi rasanya seperti berjam-jam. “Ketika mereka menodongkan pistol ke arah dada saya, saya sudah berpikir saya akan mati,” ujarnya.

    Begitu mereka mengambil barang-barang para jurnalis, mereka langsung kabur dengan lompat pagar. “Ketika mereka pergi, mereka masih mengarahkan pistolnya ke saya, mereka menyuruh saya diam. Saya mendekam di kamar sampai satu setengah jam dan menunggu matahari keluar,” kata Antonio.

    Kabar terakhir, polisi Afrika Selatan telah menahan seorang pelaku. Polisi berhasil menangkap lewat sinyal telepon yang dicuri. Insiden ini membuat para jurnalis dan pecandu bola merasa tidak aman. Sebelumnya, pada Minggu lalu, seorang reporter dari Korea Selatan juga menjadi korban perampokan di Durban.


    GOAL I POERNOMO G RIDHO

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.