Wasit Merampok Meksiko?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carlos Vela (tengah). AP/Martin Meissner

    Carlos Vela (tengah). AP/Martin Meissner

    TEMPO Interaktif, Johannesburg - Carlos Vela sempat membuat pendukung tuan rumah Afrika Selatan terdiam. Penyerang muda Meksiko itu mencetak gol di menit ke-37 setelah meneruskan bola hasil tandukan rekannya, Guillermo Franco, yang sebelumnya menerima bola tendangan sudut. Tapi, wasit Ravshan Irmatov menganulir gol itu. Kubu Meksiko pun meradang. Pelatih Javier Aguirre terlihat berteriak-teriak kesal di pinggir lapangan.

    Penganuliran gol itu memicu kontroversi. Vela yakin dirinya tidak dalam posisi offside karena masih ada gelandang Afrika Selatan, Steven Piennar, yang berdiri di garis gawang. Vela bahkan sempat berteriak kepada penjaga garis.

    Dalam buku panduan FIFA, Rule of The Game (edisi terakhir Maret 2010), dijelaskan bahwa posisi offside terjadi apabila seorang pemain penyerang berada lebih dekat ke garis gawang lawan dibanding bolanya dan pemain terakhir (biasanya penjaga gawang).

    Dalam kasus gol Vela itu, kebetulan pemain terakhir Afrika Selatan di garis gawang bukan penjaga gawang karena kiper Itumeleng Khune bergerak maju menyongsong bola. Pemain terakhir adalah Pienaar yang berdiri di sudut kanan gawang. Alasan inilah yang membuat wasit barangkali menganulir gol tersebut.

    Buku panduan FIFA itu sendiri tidak memberi penegasan apakah pemain terakhir itu harus penjaga gawang atau bisa pemain lain untuk membentuk posisi pemain lawan menjadi offside. Buku itu bahkan memberi contoh-contoh ilustrasi bahwa pemain terakhir tim yang diserang adalah penjaga gawang.

    Meksiko sebenarnya bisa mendapat gol dalam kejadian itu jika bola tandukan Franco langsung masuk ke gawang. Di sini, usaha Vela meneruskan tandukan itu malah menghasilkan blunder karena bola terlihat sudah mengarah masuk gawang tanpa perlu ia teruskan.

    ADVERTISEMENT

    ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.