Meriam Podolski  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lukas Podolski merayakan golnya ke gawang Australia pada pertandingan di grup D di Durban,Afrika Selatan (13 juni 2010). AP/Julie Jacobson

    Lukas Podolski merayakan golnya ke gawang Australia pada pertandingan di grup D di Durban,Afrika Selatan (13 juni 2010). AP/Julie Jacobson

    TEMPO Interaktif,  Sosok Lukas Podolski merepresentasikan pemain Jerman yang terkenal sebagai spesialis turnamen. Biasa-biasa saja jika membela klub--malah kerap menjadi pemain cadangan. Tapi, jika membela negara, penampilannya begitu dahsyat. Lihatlah bagaimana kerasnya tembakan Podolski ketika membuka kemenangan tim Panser atas Australia pada partai pertama Grup D, Minggu lalu.

    Podolski terpilih sebagai man of the match ketika Panser menggilas Australia 4-0. Itu kemenangan terbesar di Piala Dunia 2010 sampai saat ini. Padahal sang bintang lapangan tersebut mendapat kritik keras sebelum berangkat ke Afrika Selatan karena hanya mencetak dua gol buat Koln dalam Bundesliga musim lalu. Banyak orang Jerman mempertanyakan keputusan pelatih Joachim Loew menyertakan pria berdarah Polandia itu ke dalam skuadnya.

    Kini orang tidak akan mempersoalkan mengapa Podolski, 25 tahun, melempem di liga dan terpental dari Bayern Muenchen. Tendangan geledeknya saat melawan Australia itu bakal menjadi hal yang menakutkan bagi Serbia dalam pertandingan-kedua grup ini di Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth, hari ini. "Saya senang bermain bersama tim nasional karena lebih agresif dibanding ketika main di Koln. Saya selalu punya target bermain bagus di Piala Dunia dan sampai sekarang itu tercapai," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.