Waktunya Show Off

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, JOHANNESBURG - Menjadi pemuncak klasemen akhir Grup G ternyata belum memuaskan Brasil. Tim Samba mengklaim Korea Utara, Pantai Gading, bahkan Portugal memainkan pola bertahan yang membuat Brasil tak tampil maksimal. Malam ini di Johannesburg, Brasil akan mendapatkan lawan yang sesuai dengan selera: Cile.

    Brasil hanya menang 2-1 atas Korea Utara, 3-1 atas Pantai Gading, dan ditahan 0-0 oleh Portugal. Hasil tanpa gol melawan Portugal merupakan yang pertama bagi Brasil sejak ditahan Venezuela di kualifikasi Piala Dunia, Oktober lalu.

    Striker Luis Fabiano dan pelatih Carlos Dunga melabeli partai melawan Portugal, Jumat lalu, sebagai partai yang membosankan. "Pertandingan yang membosankan jika Anda harus menghadapi tim yang menempatkan 11 pemainnya di garis pertahanan," kata Fabiano.

    Tapi malam ini, Brasil akan bertemu dengan tim yang akan menyerang, tak peduli siapa pun lawannya.

    Gaya permainan Cile yang mengagungkan sepak bola menyerang memang cocok dengan Brasil. Kecenderungan melakukan serangan bergelombang membuat lini belakang Cile kerap meninggalkan lubang yang menjadi mangsa bagi penyerang-penyerang Brasil.

    Meski demikian, Dunga tak mau gegabah. Cile memastikan lolos sebagai runner-up Grup H meski kalah 1-2 oleh Spanyol pada laga terakhir.

    "Sekarang kita sampai ke tahap di mana 90 menit akan menentukan, kesalahan tidak diperbolehkan atau Anda akan pulang," kata Dunga. "Cile telah meningkat, mereka memiliki pemain bagus dan akan berjuang keras untuk terus maju."

    Setidaknya, Dunga bisa lega karena playmaker Kaka, gelandang Elano, dan striker Robinho sudah bisa diturunkan. Kaka absen dalam pertandingan melawan Portugal karena kartu merah saat melawan Pantai Gading. Elano tidak bermain setelah gagal pulih dari cedera pergelangan kaki kanan. Robinho sengaja diistirahatkan karena masalah kecil di paha kiri.

    Di kubu Cile, masalah justru datang. Gelandang Marco Estrada sudah pasti tak bisa tampil lantaran diganjar kartu merah ketika melawan Spanyol. Penggantinya ada kemungkinan Carlos Carmona.

    Yang jadi persoalan adalah tak bisa bermainnya dua bek reguler, Gary Medel dan Waldo Ponce, yang mendapat skorsing akibat akumulasi kartu kuning. Bielsa sudah menyiapkan Pabrol Contreras dan Siamel Fuentes. Hanya, kedua pemain ini dinilai tak sebagus Model dan Ponce.

    Bielsa juga harus memutuskan apakah akan menurunkan Humberto Suazo, yang masih dalam penyembuhan seusai operasi bahu, atau tetap menampilkan Jorge Valdivia, yang menjadi ujung tombak saat Cile dikalahkan Spanyol.

    Bielsa mengaku belum menemukan taktik khusus untuk menghadapi Brasil. Meski memainkan strategi bertahan ketika bertemu dengan Spanyol, gawang timnya tetap bisa ditembus David Villa dkk. Apalagi lawannya kali ini adalah Brasil.

    "Hasil yang pernah diraih Brasil sudah bercerita dengan sendirinya," kata pelatih eksentrik dan misterius asal Argentina itu. "Mereka selalu menjadi tim yang harus ditakuti. Tim terbaru ini mempertahankan semua atribut sepak bola khas ditambah kecepatan dan kekejaman."

    Cile dan Bielsa boleh saja mengklaim akan terus menyerang. Tapi untuk menang, Bielsa butuh strategi superjitu guna mengejutkan tim sekelas Brasil.

    AP | REUTERS | FIFA.COM | RAJU FEBRIAN

    Brasil (4-3-3): 1-Julio Cesar; 2-Maicon, 3-Lucio, 4-Juan, 6-Michel Bastos; 5-Melo, 8-Gilberto Silva, 7-Elano; 10-Kaka, 11-Robinho, 9-Fabiano

    Cile (3-4-3): 1-Bravo; 4-Isla, 5-Contreras, 2-Fuentes; 8-Vidal, 6-Carmona, 20-Millar, 14-Fernandez; 9-Suazo, 15-Beausejour, 7-Sanchez


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.