Maradona Sang Seniman

Reporter

Editor

REUTERS/Enrique Marcarian

TEMPO Interaktif, Pretoria  --- Dalam urusan karima, tak banyak pelatih sepak bola yang bisa menandingi pelatih Argentina, Diego Maradona. Tapi bagaimana soal taktik?
Menjelang Piala Dunia, banyak pengamat menyebut Maradona pelatih yang naif dalam urusan taktik. Tapi para pengamat kemungkinan itu terpaksa menelan kembali kritik mereka jika Argentina meneruskan aksi impresif di Afrika Selatan dan memenangi Piala Dunia untuk ketiga kalinya.

Argentina telah memenangi keempat laga di Afrika Selatan dengan mencetak 10 gol. Produktivitas Lionel Messi dan kawan-kawan mungkin lebih tinggi lagi jika bukan karena beberapa aksi penyelamatan gemilang yang dilakukan kiper-kiper lawan.

Maradona sendiri mengatakan memilih menjadi pemain dengan semangat bebas. Sebagai konsekuensinya, ia tak pernah mau mendikte Messi, bintang Argentina saat ini, tentang apa yang harus dilakukannya di lapangan.

"Saya pernah bilang kepada Messi bahwa tak seorang pun pernah mengatakan di mana saya harus bermain. Jadi saya juga tak seharusnya mengatakan kepada Messi di mana ia harus bermain," kata Maradona.

"Semuanya terserah dia untuk memutuskan di mana ia bermain. Ia sudah dewasa. Saya pernah melakukannya (bermain bebas) pada zaman saya dan, kini giliran dia."
Sebagai pelatih, Maradona, yang disebut-sebut sebagai pemain terbaik sepanjang masa, selalu memeluk dan mencium para pemainnya menjelang setiap pertandingan di Afrika Selatan. Keunikan Maradona lainnya adalah keputusannya memboyong pemain veteran berusia 36 tahun, Martin Palermo, sebagai striker kelima.

Banyak yang menyebut keputusan itu diambil lantaran keyakinan Maradona bahwa penyerang Boca Juniors tersebut merupakan jimat keberuntungannya terutama sejak ia mencetak gol pada menit terakhir ke gawang Peru, yang memastikan Argentina lolos ke Afrika Selatan.

Maradona juga memutuskan untuk memasukkan Palermo pada laga terakhir saat Argentina kesulitan menembus gawang Yunani. Padahal asistennya mengusulkan untuk memasukkan Gonzalo Higuain, yang mencetak hat trick saat melawan Korea Selatan pada laga sebelumnya. Tapi keputusan Maradona terbukti tepat karena kemudian Palermo mencetak gol yang memastikan kemenangan 2-0 buat Argentina.

Lantas, apa yang dikatakan Maradona kepada Palermo saat memasukkan pemain itu ke lapangan? "Saya bilang, turun ke sana dan selesaikan pertandingan ini buat saya." Kata-kata itu jauh berbeda dengan kebiasaan banyak pelatih yang selalu menjelaskan sejumlah taktik dan posisi yang harus dimainkan seorang pemain saat akan memasukkannya ke lapangan.

Gaya Maradona sama sekali berbeda dengan ketelitian Carlos Bilardo, pelatih yang membawa Argentina merebut Piala Dunia 1986, atau visi romantis Cesar Menotti, pelatih yang mempersembahkan trofi yang sama buat negara itu delapan tahun sebelumnya.

Saat Maradona baru diangkat menjadi pelatih tim Argentina, Bilardo sempat mendampinginya untuk membantu dalam urusan taktik. Tapi keduanya kemudian berpisah. Kabarnya, perpisahan itu disebabkan oleh keengganan Maradona mengikuti nasihat-nasihat Bilardo.

Apakah Maradona bisa kembali berbuah kemenangan saat Argentina menghadapi Jerman yang sangat mengandalkan taktik dalam duel perempat final akhir pekan ini? Jawabannya bisa dilihat kemudian.

Maradona bahkan belum memikirkan duel melawan Jerman itu. Saat ditanya wartawan seusai kemenangan 3-1 atas Meksiko tentang taktik yang akan diterapkannya melawan Jerman, Maradona menjawab ketus: "Biarkan kami menikmati kemenangan ini. Kenapa memikirkan Jerman? Bagaimana kalau kamu saja yang menulis susunan pemain yang kamu mau."

AP | A. RIJAL | PRASETYO






Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

20 Mei 2021

Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

Sami Khedira mengundurkan diri sebagai pesepakbola profesional. Cedera membuat dia harus menyerah di usia 34 tahun.


Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

17 Juli 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Piala Dunia 2018 sudah berakhir dan yang selanjutnya akan digelar di Qatar pada 2022.


Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

7 Juli 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

Selama meliput perhelatan Piala Dunia 2018, angkutan publik bisa jadi andalan.


Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

17 Juni 2018

Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

Kasper Schmeichel mendapat pujian dari Denmark mengalahkan Peru dalam Piala Dunia 2018.


3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

11 April 2017

3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengajukan penawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.


Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

15 Desember 2016

Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

Real Madrid berhasil menundukan Club America pada semifinal Piala Dunia Antar Klub dengan skor 2-0. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo jadi pahlawan.


River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

16 Desember 2015

River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

River Plate akan menantang pemenang laga antara Barcelona vs Guangzhou Evergrande di babak final. Laga itu akan berlangsung besok.


Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

14 Oktober 2015

Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

Penyerang andalan Uruguay Luis Suarez masih menjalani larangan
pertandingan karena menggigit Giorgia Chiellini pada Piala
Dunia 2014.


Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

8 Oktober 2015

Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

Aguero senang dengan tawaran Messi agar ia mengenakan kaus dengan nomor 10.


Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

24 Juli 2015

Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

Pertandingan babak semifinal berlangsung di Kota St Petersburg dan Moskow.