Melo-Drama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Felipe Melo. AFP / THOMAS COEX

    Felipe Melo. AFP / THOMAS COEX

    TEMPO Interaktif , Port Elizabeth – Kembalinya Felipe Melo yang baru pulih justru menjadi petaka buat Brasil yang akhirnya kalah 1-2 dari Belanda dalam laga perempat final di Nelson Mandala Bay Stadium, Jumat (2/7).

    Felipe Melo absen dalam kemenangan Brasil atas Cile di 16 lantaran cedera engkel dan ia pun sempat diragukan bisa tampil di perempat final ini. Tapi, gelandang Juventus itu pulih tepat waktu sehingga langsung dimasukkan dalam starting line-up Brasil melawan Belanda.

    Awalnya, kembalinya Felipe Melo tampak seperti berkah buat Brasil terutama setelah ia melemparkan umpan panjang yang akurat kepada Robinho di menit ke-10 yang memungkinkan striker Santos itu mencetak gol untuk keunggulan Brasil.

    Tapi, kontribusi awal Felipe Melo terhapus oleh tiga 'kesalahan' yang ia lakukan kemudian. Pertama adalah kegagalannya mengantisipasi umpan panjang yang dilepaskan Wesley Sneijder di menit ke-53.

    Felipe Melo maju ke depan kiper Julio Cesar dengan maksud membersihkan umpan itu dengan kepalanya, tapi bola justru masuk ke gawang sendiri sehingga kedudukan menajdi imbang 1-1.

    Felipe Melo ikut bertanggung jawab dalam terciptanya gol kedua Belanda yang dicetak Sneijder di menit ke-68. Ketika itu Felipe Melo berdiri tepat di depan Sneijder yang mendapat umpan, tapi ia tak mengawalnya dengan baik sehingga playmaker Belanda itu bisa menyundul bola ke gawang.

    Tapi, kesalahan terburuk Felipe Melo adalah ulahnya menginjak kaki winger Belanda Arjen Robben dalam sebuah perebutan bola di menit ke-73 sehingga wasit langsung mengganjarnya dengan kartu merah.

    Keluarnya Felipe Melo membuat Brasil makin kesulitan mengejar ketertinggalan dari Belanda. Selecao bahkan terbilang beruntung tak kebobolan lebih banyak lagi setelah mendapat tekanan bertubi-tubi dari tim Oranje di sisa pertandingan.

    Felipe Melo memang terkenal sebagai pemain yang temperamental, tapi terlihat masih bisa mengendalikan dirinya di menit-menit awal. Ia bahkan sempat menenangkan rekan-rekannya yang sempat tersulut emosi atas sebuah insiden pelanggaran keras oleh pemain Belanda di awal pertandingan.

    Felipe Melo juga sempat beberapa kali memprotes wasit, tapi tetap dengan ketenangannya. Ia juga memberi aplus kepada wasit saat mengganjar pemain Belanda Gregory van der Wiel dengan kartu kuning di babak kedua.

    Tapi, sejak Brasil tertinggal, Felipe Melo mulai kehilangan kendali sehingga ia harus meninggalkan rekan-rekannya berjuang dengan hanya 10 pemain di sisa pertandingan dalam posisi tertinggal.

    Menurut dokter tim Brasil, keputusan untuk menurunkan Felipe Melo diambil hanya sehari jelang pertandingan.

    AP | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.