Villa Sempat Nyaris Kehilangan Kaki Kanan

Reporter

Editor

David Villa merayakan gol ke gawang Portugal. AFP/ CARL DE SOUZA

TEMPO Interaktif , Potchefstroom – Striker Spanyol David Villa sempat nyaris kehilangan kakinya saat anak-anak, tapi kini ia menjadi ujung tombak dalam upaya negaranya mengukir sejarah dengan merebut Piala Dunia untuk kali pertama.


Pemain berusia 28 tahun ini menjadi salah satu bintang di Afrika Selatan lewat 5 gol yang telah dicetaknya untuk membantu Spanyol lolos ke final untuk kali pertama.


Tapi, sekitar seperempat abad silam, ia sempat mengalami momen yang sangat mengerikan yang membuat kaki kanannya nyaris diamputasi lantaran tulang pahanya patah.


Cedera itu didapat saat Villa bermain sepakbola di mana seorang anak yang lebih tua terjatuh di atas kakinya.


Ajaibnya, Villa yang saat itu masih berusia 4 tahun selamat dari kemungkinan terburuk itu, tapi kakinya harus dibalut gips selama enam bulan. Menariknya, dari situlah perjalanannya menuju sukses bermula.


Setiap pulang kerja, sang ayah, seorang pekerja tambang bernama Jose Manuel, selalu menyempatkan diri selama dua jam untuk melatih Villa menendang bola dengan kaki kirinya.


"Ketika saya pulang kerja kami selalu menghabiskan waktu bersama selama dua jam,” kata Jose Manuel.


"Saya menyodorkan bola kepadanya dan ia menendangnya dengan kaki kiri. Saya pikir itulah sebabnya kenapa kedua kakinya kini sama bagusnya."


Villa senadiri tak pernah lupa untuk selalu berterima kasih kepada ayahnya yang telah mendampinginya dan memberinya keyakinan untuk menjadi pesepakbola.


"Ayah saya selalu ada di sana untuk melempar bola kepada saya, lagi dan lagi, memaksa saya menendang dengan kaki kiri ketika kaki kanan saya diplester lantaran patah.


"Saya nyaris tak ingat satu sesi latihan di mana ayah saya tak mendampingi saya. Saya tak pernah sendirian di lapangan."


Saat itu Villa muda melihat ayahnya selalu keletihan setiap pulang dari kerja dan pemandangan itu membuatnya bertekad untuk tak mengikuti jejaknya sebagai pekerja tambang.


"Saya tak pernah berpikir jadi pekerja tambang karena begitu banyak hal buruk terjadi kepada mereka seperti kecelakaan dan jam-jam yang harus dihabiskan ibu saya dengan penuh kekhawatiran saat menunggu ayah saya di rumah sakit. Saya tak akan pernah mau menjadi pekerja tambang kecuali saya benar-benar kepalaran."


Villa tak pernah berprestasi di sekolah dan ayahnya telah membuatnya untuk mengutamakan sepakbola.

"Gurunya pernah meminta saya untuk menghukumnya dengan melarangnya bermain bola, tapi saya bilang kepadanya, 'saya tak akan mengizinkannya mengedarai sepeda, bermain video game atau hal-hal seperti itu, tapi melarangnya bermain sepakbola? Tidak'," kata Jose Manuel.


Kendati bakatnya terbilang istimewa, Villa sempat merasakan sakitnya ditolak dan ia menangis berjam-jam saat berusia 9 tahun lantaran klub lokal Oviedo menolaknya karena tubuhnya terlalu kecil untuk anak seusianya.


Selain itu, klub tersbeut juga keberatan untuk membiayai ongkos transport Villa lantaran rumahnya cukup jauh dari dengan tempat latihan.


Villa sempat patah hati, tapi akhirnya ia berhasil bergabung dengan klub kecil Langreo sebelum hijrah ke Sporting Gijon, Real Zaragoza dan menjadi bintang di Valencia.


Villa akhirnya jadi rebutan klub-klub top Eropa seperti Manchester United, Chelsea, Liverpool dan Manchester City sebelum memutuskan bergabung dengan tim impiannya, Barcelona, akhir musim lalu.


Dua tahun silam Villa menjadi top skorer di Euro 2008 dengan 4 gol termasuk hat-trick di semifinal lawan Russia. Tapi, ia memendam kekecewaan lantaran tak ikut membantu Spanyol mengaalhkan Jerman di final gara-gara cedera hamstring.


Kini, Villa akhirnya siap memainkan laga terbesar sepanjang kariernya pada final Piala Dunia 2010 melawan Belanda, Minggu (11/7).


Ia juga menjadi pemain pertama yang selalu mencetak dalam empat pertandingan beruntun di Piala Dunia setelah bintang Brasil Rivaldo pada 2002.


Rentetan gol Villa beakhir saat Spanyol mengalahkan Jerman 1-0 di semifinal. Tapi, Villa tak terlalu memikirkan rekor pribadinya. Ia jauh lebih senang dengan sukses Spanyol lolos ke final untuk kali pertama yang memicu jutaan warga Spanyol turun ke jalan merayakannya.


"Kami sangat bangga memiliki para fanas seperti itu dan kini kami harus melengkapi mimpi kami dengan memenangi partai final."


THE SUN | A. RIJAL






Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

20 Mei 2021

Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

Sami Khedira mengundurkan diri sebagai pesepakbola profesional. Cedera membuat dia harus menyerah di usia 34 tahun.


Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

17 Juli 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Piala Dunia 2018 sudah berakhir dan yang selanjutnya akan digelar di Qatar pada 2022.


Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

7 Juli 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

Selama meliput perhelatan Piala Dunia 2018, angkutan publik bisa jadi andalan.


Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

17 Juni 2018

Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

Kasper Schmeichel mendapat pujian dari Denmark mengalahkan Peru dalam Piala Dunia 2018.


3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

11 April 2017

3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengajukan penawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.


Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

15 Desember 2016

Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

Real Madrid berhasil menundukan Club America pada semifinal Piala Dunia Antar Klub dengan skor 2-0. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo jadi pahlawan.


River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

16 Desember 2015

River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

River Plate akan menantang pemenang laga antara Barcelona vs Guangzhou Evergrande di babak final. Laga itu akan berlangsung besok.


Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

14 Oktober 2015

Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

Penyerang andalan Uruguay Luis Suarez masih menjalani larangan
pertandingan karena menggigit Giorgia Chiellini pada Piala
Dunia 2014.


Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

8 Oktober 2015

Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

Aguero senang dengan tawaran Messi agar ia mengenakan kaus dengan nomor 10.


Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

24 Juli 2015

Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

Pertandingan babak semifinal berlangsung di Kota St Petersburg dan Moskow.