Favela  

Reporter

Editor

Raju febrian

Kelompok sirkus Cia Base memanjat tali tinggi dalam acara Futebol Voador (Terbang Soccer) selama Circus Festival Internasional di daerah kumuh Vila Cruzeiro, atau Favela, Rio de Janeiro, Brasil (12/5). Acara tersebut juga akan diadakan untuk menyambut piala dunia 2014 di Brasil. (Mario Tama/Getty Images)

TEMPO.CO - Di balik keindahan bukit-bukit di Rio de Janeiro, Brasil, berdirilah sejumlah kawasan kumuh. Julukannya favela. Dari kejauhan, deretan rumah itu terlihat padat dan berundak, tapi sekaligus apik. Sebagian atap dan temboknya berwarna-warni. Bagi setiap orang yang memandangnya, sangat mungkin tebersit tanya: bagaimana kehidupan di sana?

Luciano Pinto, penerjemah saya selama di Rio, Oktober tahun lalu, berkali-kali menolak mengantarkan saya masuk ke dalam favela. Singgah di dekatnya saja dia ogah. "Ada mahasiswa asal Jerman masuk ke favela dan mengambil gambar di sana. Saat dia keluar, seseorang menembak kakinya," kata Luciano, yang kerap tampil necis. Ciut juga nyali saya mendengar cerita kawan yang satu itu.

Memang, di belahan dunia mana pun, kawasan kumuh tak putus dari kriminalitas. Di sanalah bermukim kaum gali dan gentho. Gambaran soal favela nyata terlihat dalam City of God, film yang bercerita seputar narkoba, senjata, dan persaingan antargeng. Tembak-menembak merupakan hal biasa di sini. Dalam dokumenter yang pernah saya saksikan, polisi pun terlihat kesulitan membersihkan kawasan tersebut.

Seorang bocah asal Rocinha--favela terbesar di Rio de Janeiro--bercerita, persaingan antarpengedar bahkan muncul dalam sepak bola. Dua geng terbesar di sana berupaya merekrut bocah-bocah pemain sepak bola terbaik untuk masuk "klub" mereka. Digaji pula. "Persaingannya mengerikan," kata bocah itu, seperti diterjemahkan oleh Luciano Pinto. Tentu saja pembicaraan kami dilakukan di luar favela.

Toh, favela juga punya prestasi luar biasa. Dari kawasan inilah sebagian besar pemain sepak bola Brasil muncul. Sebagian malah menjadi motor Brasil merengkuh lima trofi Piala Dunia. Zico, Romario, dan Ronaldo merupakan contoh pemain yang berasal dari kawasan kumuh. Dan memang, banyak penghuni favela mencoba keluar dari kemiskinan absolut dengan bermain sepak bola. Mimpi mereka sama: direkrut klub lokal, bahkan hijrah ke Eropa, dan menorehkan tanda tangan di kontrak super-mahal. Mimpi yang sah-sah saja.

Begini salah satu kehebatan pemerintah Rio. Mereka menyediakan lapangan berumput sintetis di seberang Rocinha, lengkap dengan seragam dan sepatu. Setiap hari, dibagi berdasarkan usia, bocah dan remaja Rocinha berlatih di sana. Pertandingan persahabatan dengan klub dari favela lain ataupun klub-klub sepak bola premium kerap digelar.

Kadang-kadang pemain dari klub lokal, seperti Flamengo dan Botafogo, mampir untuk memberikan pelatihan. Bahkan Koninklijke Nederlandse Voetbalbond (KNVB)--PSSI-nya Belanda--juga membantu memberikan latihan dan perlengkapan. Maka jadilah mereka yang ingin merajut mimpi kaya dari sepak bola berlatih di lapangan tersebut. Syarat yang diajukan Pemerintah Kota Rio cuma satu. Mereka yang berlatih di lapangan itu wajib bersekolah.

Sepertinya Pemerintah Kota Rio sadar benar bahwa menyingkirkan narkoba dari kota tersebut adalah satu ilusi. Razia setiap hari pun merupakan solusi naif. Andai patung Christo Redemptor runtuh sekalipun, Rio tak akan benar-benar bersih dari narkoba. Ketimbang anak-anak itu masuk jebakan maut pengedar narkoba, lebih baik mereka dibuat berkeringat. Sehat, dan tak bodoh. Jika nasib memang berpihak, mereka bakal super-duper kaya.

Bukan solusi cepat, memang, tapi cukup efektif. Setidaknya banyak anak muda di favela memilih berlari di lapangan ketimbang berlari dikejar polisi.

Stefanus Teguh Edi Pramono (Wartawan Tempo) 






Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

20 Mei 2021

Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

Sami Khedira mengundurkan diri sebagai pesepakbola profesional. Cedera membuat dia harus menyerah di usia 34 tahun.


Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

17 Juli 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Piala Dunia 2018 sudah berakhir dan yang selanjutnya akan digelar di Qatar pada 2022.


Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

7 Juli 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

Selama meliput perhelatan Piala Dunia 2018, angkutan publik bisa jadi andalan.


Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

17 Juni 2018

Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

Kasper Schmeichel mendapat pujian dari Denmark mengalahkan Peru dalam Piala Dunia 2018.


3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

11 April 2017

3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengajukan penawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.


Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

15 Desember 2016

Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

Real Madrid berhasil menundukan Club America pada semifinal Piala Dunia Antar Klub dengan skor 2-0. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo jadi pahlawan.


River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

16 Desember 2015

River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

River Plate akan menantang pemenang laga antara Barcelona vs Guangzhou Evergrande di babak final. Laga itu akan berlangsung besok.


Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

14 Oktober 2015

Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

Penyerang andalan Uruguay Luis Suarez masih menjalani larangan
pertandingan karena menggigit Giorgia Chiellini pada Piala
Dunia 2014.


Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

8 Oktober 2015

Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

Aguero senang dengan tawaran Messi agar ia mengenakan kaus dengan nomor 10.


Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

24 Juli 2015

Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

Pertandingan babak semifinal berlangsung di Kota St Petersburg dan Moskow.