Drama 16 Besar  

Reporter

Editor

Raju febrian

Pemain Brasil Dani Alves menghibur pemain Kolombia James Rodriguez, setelah pertandingan Piala Dunia selesai di Brasil, 5 Juli 2014. Brasil menang 2-1. REUTERS/Jorge Silva

TEMPO.CO - Babak 16 besar Piala Dunia 2014 sudah berakhir. Delapan laga diselesaikan dengan perjuangan maksimal semua tim. Ada yang meraih hasil manis, tapi ada pula yang sebaliknya, pahit.

Tak kurang mencekam, banyak drama tercipta di lapangan ketika pilihan tinggal dua, yaitu menang atau pulang. Tak mengherankan bila semua tim akan tetap berupaya memenangkan pertandingan hingga detik-detik terakhir pertandingan.

Dalam laga pertama 16 besar, Brasil vs Cile, dunia langsung disuguhi pemandangan-pemandangan dramatis di lapangan. Brasil, tuan rumah yang mewah dari segi materi pemain, plus dukungan 60 ribu lebih suporter di Stadion Belo Horizonte, sampai harus membutuhkan adu penalti untuk menyingkirkan Cile.

Gaya Cile yang militan, tanpa rasa takut, dan punya fighting spirit yang tak pernah kendur, benar-benar membuat Brasil kelabakan. Andai saja keberuntungan sedikit lebih memihak Cile, ketika bola tendangan Mauricio Pinila tak membentur mistar gawang di pengujung babak kedua extra time, tragedi Maracanazo jilid II pasti terulang.

Laga Belanda vs Meksiko tak kalah dramatis. Tertinggal sampai menit ke-88, Belanda tanpa kenal kata menyerah dan dengan sabar terus berusaha. Usaha keras mereka berbuah manis ketika tendangan geledek Wesley Sneijder dan eksekusi penalti Klaas-Jan Huntelaar membalikkan keadaan.

Meksiko pantas menyesal lantaran sikap jumawa dan keputusan mengendurkan permainan mereka ketika sudah unggul menjadi bumerang. Seharusnya mereka sadar, dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi sepanjang peluit panjang belum berbunyi.

Satu lagi pertandingan babak 16 besar yang pantas jadi catatan adalah Argentina vs Swiss. Barisan pemain kelas dunia Argentina ternyata tak mudah mematahkan perlawanan Swiss. Butuh daya magis seorang Lionel Messi dua menit menjelang 120 menit laga berakhir untuk memastikan kemenangan Argentina. Assist Messi kepada Angel di Maria membuat perbedaan dalam pertandingan yang menegangkan itu.

Respek juga pantas dialamatkan kepada Aljazair, yang tak ciut nyali ketika berhadapan dengan tim sekaliber Jerman. Tim yang berisi pemain kelas dua itu mampu memaksa Jerman menjalani babak perpanjangan waktu. Hanya karena kematangan Jermanlah Aljazair harus menyerah pada akhirnya.

Tak kalah menegangkan, duel Belgia vs Amerika Serikat. Skuad Belgia yang ibaratnya "mesin perang" modern dan canggih nyaris dibuat frustrasi oleh ketatnya lini pertahanan tim Amerika Serikat yang bermodalkan pemain yang ibaratnya senjata warisan Perang Dunia II. Kredit poin tersendiri untuk kiper Amerika Serikat, Tim Howard, dengan 16 kali penyelamatan yang luar biasa.

Dari delapan pertandingan babak 16 besar, dapat ditarik satu kesimpulan bahwa di lapangan sepak bola, khususnya arena Piala Dunia, kemewahan materi pemain, nama besar, dan harga mahal pemain tak selamanya menentukan sebuah hasil akhir.

Ada sisi lain sepak bola yang lebih menentukan sebuah hasil, tak lain tak bukan adalah sikap dalam pertandingan. Semangat, usaha, kerja keras, fokus, kesabaran, kekuatan mental, dan sedikit keberuntungan juga tak kalah menentukan.

Faktanya, tak ada tim yang benar-benar mudah memenangi sebuah pertandingan di babak 16 besar tanpa didukung oleh seluruh sikap tadi. Tekanan jelas akan semakin besar ketika memasuki babak perempat final, semifinal, dan final. Hanya tim yang benar-benar matang dari segi teknis dan mental yang akan mengangkat piala di Maracana, 13 Juli mendatang.

NILMAIZAR (Mantan pelatih timnas Indonesia, sekarang pelatih Putra Samarinda FC) 






Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

20 Mei 2021

Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

Sami Khedira mengundurkan diri sebagai pesepakbola profesional. Cedera membuat dia harus menyerah di usia 34 tahun.


Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

17 Juli 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Piala Dunia 2018 sudah berakhir dan yang selanjutnya akan digelar di Qatar pada 2022.


Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

7 Juli 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

Selama meliput perhelatan Piala Dunia 2018, angkutan publik bisa jadi andalan.


Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

17 Juni 2018

Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

Kasper Schmeichel mendapat pujian dari Denmark mengalahkan Peru dalam Piala Dunia 2018.


3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

11 April 2017

3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengajukan penawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.


Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

15 Desember 2016

Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

Real Madrid berhasil menundukan Club America pada semifinal Piala Dunia Antar Klub dengan skor 2-0. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo jadi pahlawan.


River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

16 Desember 2015

River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

River Plate akan menantang pemenang laga antara Barcelona vs Guangzhou Evergrande di babak final. Laga itu akan berlangsung besok.


Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

14 Oktober 2015

Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

Penyerang andalan Uruguay Luis Suarez masih menjalani larangan
pertandingan karena menggigit Giorgia Chiellini pada Piala
Dunia 2014.


Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

8 Oktober 2015

Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

Aguero senang dengan tawaran Messi agar ia mengenakan kaus dengan nomor 10.


Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

24 Juli 2015

Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

Pertandingan babak semifinal berlangsung di Kota St Petersburg dan Moskow.