Rabu, 19 Desember 2018

10 Momen Layak Dikenang dari Piala Dunia 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bek Prancis, Raphael Varane, memegang trofi Piala Dunia 2018 saat berparade menggunakan bus terbuka di Champs-Elysee, Paris, 16 Juli 2018. Ribuan pendukung Prancis merayakan tim kesayangannya setelah berhasil meraih gelar juara Piala Dunia untuk kedua kalinya. (Eric Feferberg/Pool Photo via AP)

    Bek Prancis, Raphael Varane, memegang trofi Piala Dunia 2018 saat berparade menggunakan bus terbuka di Champs-Elysee, Paris, 16 Juli 2018. Ribuan pendukung Prancis merayakan tim kesayangannya setelah berhasil meraih gelar juara Piala Dunia untuk kedua kalinya. (Eric Feferberg/Pool Photo via AP)

    9. Pemimpin Dunia di Piala Dunia
    Presiden Prancis Emmanuel Macron mengangkat tangan Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic di atas podium menjelang pembagian medali kepada semua pemain Kroasia dan Prancis seusai Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, 15 Juli. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Pada pertandingan pembuka antara Rusia menghadapi Arab Saudi terlihat Presiden Rusia Vladimir Putin tengah asyik menyaksikan jalannya pertandingan bersama Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman. Keduanya berjabat tangan saat Rusia mencetak gol pertama. Dilaporkan dari Russia Today, selain untuk menonton kedua negaranya, dua pimpinan negara itu turut membicarakan harga minyak global dunia. Nama Presiden Kroasia, Kolinda Grabar Kitarovic juga menjadi buah bibir saat dirinya sering menyaksikan penampilan Kroasia di Piala Dunia. Begitu pula dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Keduanya tak sungkan untuk turun ke lapangan untuk mengapresiasi tim nasional mereka setelah bertanding di final meskipun saat itu sedang turun hujan.

    10. Ekspresi Politis di Lapangan Hijau
    Pussy Riot

    Selain para politisi yang jadi pusat perhatian sesaat di Piala Dunia, ekspresi politis juga kerap kali tampak walaupun dilarang oleh otoritas sepak bola dunia FIFA. Contoh terbaru saat final dimana kelompok band punk feminis Pussy Riot menyusup saat pertandingan final berlangsung. Mereka sebagaimana disampaikan di akun media sosialnya melakukan hal itu sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Vladimir Putin dan menyampaikan beberapa tuntutan seperti membebaskan tahanan politik. Mereka pun diganjar masa tahanan selama lima belas hari. Sebelumnya, pada babak grup Piala Dunia juga dipanaskan oleh aksi Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri. Keduanya membuat simbol elang Albania saat merayakan gol. Baik Xhaka dan Shaqiri mendapat denda sebebsar 10 ribu Swiss franc atau setara 144 juta rupiah. Kedua pemain memiliki darah Albania yang berkonflik dengan Serbia.

    GUINESS WORLD RECORDS | RT | ERVIRDI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.