Hari Paling Membahagiakan di Harare

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak berebut susu. Sudah 484 jiwa tewas akiat wabah Kholera di Zimbabwe. di AP| Tsvangirayi Mukwazhi

    Anak-anak berebut susu. Sudah 484 jiwa tewas akiat wabah Kholera di Zimbabwe. di AP| Tsvangirayi Mukwazhi

    TEMPO Interaktif,Wajah muram Harare, Ibu Kota Zimbabwe, seketika berubah menjadi ceria Rabu lalu. Kedatangan tim nasional Brasil di kota berpenduduk 1,6 juta jiwa itu untuk sejenak bisa mengusir penderitaan warga kota akibat kebangkrutan ekonomi dan krisis politik yang selama ini mendera mereka.

    Demi menyambut pertandingan persahabatan antara tim nasioal Zimbabwe melawan Brasil, kantor-kantor pemerintah dan sekolah-sekolah meliburkan diri setengah hari. Jalanan di Harare, terutama di sekitar National Sport Stadium, mengalami kemacetan sebelum dan sesudah pertandingan. Eforia masyarakat terlihat jelas di jalan-jalan di Harare.

    Jauh-jauh hari tiket pertandiangan kedua tim nasioanl itu memang sudah diburu warga. Harga tiket normal sepuluh dollar Amerika Serikat melonjak tiga kali lipat di pasaran. Stadion Nasional yang berkapasitas 60 ribu tempat duduk pun penuh sesak. Tak ada kursi kosong. 

    "Hari ini adalah momentum istimewa bagi warga Zimbawe. Kami tidak pernah berpikir punya kesempatan melihat tim Brasil di sini,” kata Dean Chikukwa, salah seorang penonton. “Kami cukup berterima kasih karena mereka (Brasil) telah memutuskan melintas di negeri ini. Bagi sebagian dari kita, ini mungkin kesempatan terakhir melihat Brasil secara langsung dengan mata kami sendiri dan tidak melalui televisi.”

    Menteri Olahraga, David Coltart, menyatakan,” Ini adalah even olahraga terbesar di Zimbabwe. Ini kesempatan unik memperbaiki citra Zimbabwe.”

    ADVERTISEMENT

    Zimbabwe, negeri yang berbatasan dengan bagian utara Afrika Selatan, memang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan ekonomi dan politik. Negara miskin dengan pendapatan per kapita 375 dollar AS itu baru saja mengalami kekerasan politik pada Pemilu 2008 lalu, yang membuat Presiden Robert Mugabe dikecam negara-negara barat karena aksi-aksi brutal tentara dalam meredam kelompok opsisi. 

    Kini kelompok oposisi telah bersedia berbagi kekuasaan. Pemimpin mereka, Morgan Tsvangirai, menjabat sebagai Perdana Menteri. Kedua tokoh itu hadir di stadion untuk menyaksikan pertandingan yang dimenangkan Brasil 3-0 itu. 

    Digelarnya Piala Dunia di Afrika Selatan juga membuka peluang bagi kebangkitan pariwisata Zimbabwe. Sebelum ini negara ini bangkrut industri pariwisatanya akibat kecauan politik dan kekerasan. Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat memasukkan Zimbabwe sebagai negara yang beresiko untuk dikunjungi. 

    Wabah Piala Dunia kini telah menjangkiti Harare. Kegembiraan menyeruak di mana-mana hingga seorang soporter bernama Dennis Muyambo berkata, "Zimbawe adalah negera yang sangat beresiko bagi sebagian orang, tetapi seperti yang kamu lihat semua orang tersenyum dan ini adalah lingkungan yang penuh damai. Ini hari yang tak terlupakan. Hari paling membahagiakan selama bertahun-tahun.”

    BBC | ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.