Khune: Fans Bafana Bafana Kurang Vokal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung Afrika Seltan bersorak saat parade tim di jalan Sandton,Johannesburg. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    Pendukung Afrika Seltan bersorak saat parade tim di jalan Sandton,Johannesburg. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    TEMPO Interaktif ,  Johannesburg – Antusiasme publik Afrika Selatan dalam memeriahkan upacara pembukaan Piala Dunia 2010 di Soccer City Stadium, Jumat (11/6), sangat jelas terlihat.

    Puluhan ribu fans tuan rumah membanjiri stadion berkapasitas lebih dari 94 ribu penonton itu lengkap dengan atribut dan warna kebesaran Bafana Bafana. Raungan vuvuzela pun terus memekakkan telinga sejak awal acara hingga akhir laga pembukaan antara Afrika Selatan dan Meksiko.

    Tapi, kiper Afrika Selatan Itumeleng Khune tak merasakan kemeriahan itu. Ia bahkan mengaku kecewa dengan dukungan publik tuan rumah yang dianggapnya kurang maksimal.

    Khune menilai para fans Meksiko jauh lebih semarak dalam memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka sehingga ia merasa pertandingan itu seperti laga kandang El Tri.

    Khune berharap para suporter Afrika Selatan bisa lebih vokal lagi saat mendukung ia dan kawan-kawannya pada laga Grup A berikutnya melawan Uruguay di Pretoria, Rabu (14/6).

    ADVERTISEMENT

    “Penonton yang mengeluarkan suara lebih bising adalah para fans Meksiko. Seharusnya, keuntungan dari Afrika Selatan adalah para pemain ke-12 yaitu para suporter tuan rumah yang meniup vuvuzela,” ujar Khune.

    Meski begitu, Khune tak menyalahkan para suporter atas kegagalan Afrika Selatan meraih kemenangan atas Meksiko. Menurutnya, kekurangan konsentrasi jelang akhir pertandingan menjadi penyebab gawangnya kebobolan sehingga mereka harus puas dengan hasil imbang 1-1.

    AP | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.