Bocah Pendukung Tim Amerika Serikat Tewas di Afrika Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang suporter Amerika Serikat mengibarkan bendera untuk memberian dukungan, sebelum dimulainya pertandingan antara Inggris melawan Amerika Serikat di stadion Royal Bafokeng, Rustenberg (13/6). REUTERS/Alessandro Bianchi

    Seorang suporter Amerika Serikat mengibarkan bendera untuk memberian dukungan, sebelum dimulainya pertandingan antara Inggris melawan Amerika Serikat di stadion Royal Bafokeng, Rustenberg (13/6). REUTERS/Alessandro Bianchi

    TEMPO Interaktif, Cape Town - Di tengah semarak perhelatan akbar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, seorang bocah laki-laki warga negara Amerika Serikat berusia 11 tahun, tewas akibat terjatuh saat mendaki gunung di negara itu.

    Bocah yang menjadi pendukung tim nasional Amerika Serikat itu sebelum musibah terjadi tengah mendaki bersama keluarganya di Gunung Table yang berada di Cape Town, Sabtu waktu setempat. Saat itulah bocah yang belum diketahui namanya itu terpeleset dan kemudian terjatuh.

    "Anak itu terpeleset ketika mendaki bagian yang rumit di lokasi tersebut dan jatuh ke sungai," kata seorang juru bicara pelayanan penyelamatan di Kota Cape Town, Minggu (13/6).

    Bocah nahas yang sedang bertamasya bersama saudara, ibu dan ayahnya itu diketahui tewas seketika di tempat kejadian.

    Ribuan wisatawan asing berbondong-bondong ke Afrika Selatan untuk melihat pertandingan Piala Dunia yang digelar pertama kalinya di benua itu. Gunung Table merupakan salah satu tujuan wisata paling populer yang menjadi ikon di Cape Town.

    Cape Town merupakan kota terbesar kedua di Afrika Selatan yang menjadi tujuan favorit para turis mancanegara. Di kota ini sebanyak sembilan pertandingan Piala Dunia digelar.

    REUTERS l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.